Jakarta, IDN Times - BBC mengumumkan rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 2 ribu staf atau sekitar 10 persen dari total karyawannya. Langkah efisiensi terbesar sejak 2011 ini diambil, guna menghemat anggaran tahunannya sebesar 500 juta poundsterling (sekitar Rp11,5 triliun) selama dua tahun ke depan.
Direktur Utama sementara, Rhodri Talfan Davies, mengungkapkan bahwa tekanan inflasi tinggi, penurunan pendapatan lisensi, dan ketidapastian ekonomi global menjadi pemicu utama. Ia juga mengatakan kesenjangan antara biaya dan pendapatan BBC semakin melebar.
"Saya tahu ini menimbulkan ketidakpastian yang nyata, tetapi kami ingin bersikap terbuka tentang tantangan ini," kata Davies dalam sebuah email kepada staf pada 15 April 2026, dilansir Asahi Shimbun, Jumat (17/4/2026).
