Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Beda dengan Malaysia, Indonesia Belum Berencana Batasi Kuota BBM Subsidi
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. (IDN Times/Trio Hamdani)
  • Pemerintah Indonesia belum berencana membatasi kuota BBM subsidi, sesuai arahan Presiden Prabowo untuk menjaga daya beli masyarakat kecil.
  • Kementerian ESDM fokus mengedukasi publik agar menggunakan BBM secara bijak sambil terus memantau dinamika harga dan pasokan energi global.
  • Malaysia mulai 1 April 2026 memangkas kuota BBM subsidi menjadi 200 liter per bulan akibat krisis energi, namun tetap mempertahankan harga subsidi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memastikan, pemerintah hingga kini belum memiliki opsi untuk memangkas kuota bahan bakar minyak (BBM) subsidi seperti Malaysia.

Hal itu sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta jajaran menteri tetap memperhatikan kemampuan ekonomi masyarakat kecil. Meski negara tetangga mulai memangkas subsidi, dia menegaskan skema subsidi di Indonesia saat ini masih tetap sama.

"Sampai dengan sekarang, kita belum ada opsi untuk membatasi subsidi," kata Bahlil di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (27/3/2026).

1. Pemerintah utamakan kesadaran masyarakat ketimbang membatasi

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. (IDN Times/Trio Hamdani)

Terkait kemungkinan pembatasan volume penjualan BBM per kendaraan setiap harinya, Bahlil menyebut hal itu masih dalam tahap perumusan. Pemerintah lebih fokus mengedukasi masyarakat agar menggunakan energi secara bijak dan tepat sasaran.

"Itu semua lagi dirumuskan, tapi lebih pada kita bagaimana melakukan pemakaian BBM dengan apa ya, rasa bijaksana lah. Kita harus bijak dalam memakai BBM ya," kata dia.

2. Pantau dinamika global demi keamanan stok BBM

Kapal tanker PT Pertamina International Shipping (PIS). (dok. PIS)

Bahlil menjelaskan, pemerintah terus memantau dinamika pasar energi yang berubah sangat cepat. Pergerakan harga dan pasokan dunia kini dipantau secara ketat dalam hitungan minggu hingga bulan.

"Dinamika ini kan kita akan ikuti. Jangankan ini cepat sekali dinamikanya, bisa per minggu, bisa per bulan. Yang penting bagi kita adalah bagaimana memastikan bahwa stok untuk BBM semuanya bisa clear," kata dia.

3. Malaysia pangkas kuota BBM subsidi mulai 1 April

Ilustrasi mobil yang sedang mengisi bahan bakar di SPBU Petronas. (pexels.com/Engin Akyurt)

​Malaysia memangkas kuota BBM bersubsidi mulai 1 April 2026. Perdana Menteri Anwar Ibrahim mengumumkan warga kini hanya diperbolehkan membeli maksimal 200 liter bensin RON95 per bulan, turun dari kuota sebelumnya sebesar 300 liter.

​Kebijakan ini diambil menyusul krisis energi akibat konflik di Timur Tengah. Meski kuota dikurangi, harga subsidi tetap dipertahankan pada RM1,99 per liter. Tanpa subsidi, harga asli RON95 menyentuh RM3,97 per liter.

“Langkah ini bersifat sementara, menunggu pemulihan pasokan minyak global dan kondisi ekonomi, meskipun belum ada tanda-tanda perbaikan yang jelas,” kata Anwar dilansir The Strait Times.

Editorial Team