Harga BBM Subsidi Tak Naik, Bahlil Ungkap Perintah Prabowo

- Pemerintah memastikan harga BBM bersubsidi belum naik sesuai arahan Presiden Prabowo agar kebijakan energi tidak menambah beban ekonomi masyarakat di tengah gejolak harga minyak dunia.
- Bahlil menyebut cadangan minyak nasional aman dengan masa simpan 21–28 hari, serta pemerintah telah mengalihkan jalur impor dari wilayah rawan konflik untuk menjaga pasokan tetap stabil.
- Masyarakat diminta menggunakan BBM secara bijak dan tidak melakukan panic buying agar distribusi di SPBU tetap lancar serta subsidi benar-benar dinikmati oleh yang berhak.
Jakarta, IDN Times - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan pemerintah sejauh ini belum menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
Dia menegaskan Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan jajarannya untuk terus mencari cara agar kebijakan energi tidak menambah beban ekonomi masyarakat di tengah gejolak harga minyak dunia.
"Doakan kami dari pemerintah khususnya untuk subsidi, sampai dengan semalam arahan Bapak Presiden untuk mencari akal bagaimana agar kita jangan memberatkan rakyat," kata Bahlil melalui Biro Humas Kementerian ESDM, Kamis (26/3/2026).
1. Pemerintah putar otak menjaga harga BBM

Bahlil mengaku terus berkoordinasi intensif dengan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. Keduanya fokus mencari formulasi dan solusi terbaik agar negara tetap bisa memberikan perlindungan sosial melalui subsidi energi.
"Harga yang Alhamdulillah sampai sekarang belum ada kenaikan. Kita belum menaikkan harga," ujar dia.
Menurutnya, prioritas utama pemerintah saat ini adalah memastikan kondisi ekonomi rakyat tidak terpukul oleh gejolak harga minyak mentah di pasar internasional.
"Jadi saya dengan Menteri Keuangan sekarang terus-menerus untuk mencari solusi yang terbaik sekalipun krisis tapi tetap rakyat kita perhatikan tentang keadaannya," kata Bahlil.
2. Amankan pasokan dan alihkan jalur impor

Bahlil menjelaskan cadangan minyak nasional saat ini berada dalam posisi aman dengan masa simpan operasional sekitar 21 hingga 28 hari. Stok tersebut terus berputar alias ditambah seiring optimalisasi kilang di dalam negeri dan kelancaran arus impor.
Pemerintah telah melakukan strategi pengalihan (switching) sumber minyak mentah. Jika sebelumnya sekitar 20 persen pasokan berasal dari jalur Selat Hormuz yang kini rawan konflik, kini pasokan telah dialihkan ke sumber lain.
"Sekarang kita sudah switch ke tempat lain dan pasokannya sekarang insyaallah sudah mulai membaik. Jadi mohon doanya saja. Insya Allah clear lah itu, ya," paparnya.
3. Masyarakat diminta tidak panic buying

Mantan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) itu mewanti-wanti masyarakat untuk tetap menggunakan energi secara bijak dan tidak melakukan pembelian berlebih atau panic buying.
Dia mengingatkan agar fasilitas stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) benar-benar digunakan untuk kebutuhan masyarakat, bukan untuk kepentingan industri atau oknum yang mencari keuntungan pribadi.
"Tolong dipakai dengan bijaksana. Kalau satu hari katakanlah cukup contoh, contoh ya cukup 30 liter-40 liter ya mbok itu cukup. Nggak usah ada rasa panic buying, nggak perlu ada. Jadi pakailah dengan secukupnya," kata Bahlil.
















