Jakarta, IDN Times - Lion Parcel menyiapkan sejumlah strategi bisnis guna menyambut Ramadan 2026 yang dianggap sebagai salah satu periode puncak pada sektor logistik di Indonesia.
Pertama, penguatan pada berbagai aspek operasional seperti penambahan kapasitas gudang, armada, dan sumber daya manusia secara temporary guna memastikan keandalan layanan di tengah meningkatnya permintaan pengiriman pada periode tersebut.
Kedua, Lion Parcel juga melakukan optimalisasi customer experience dengan memperkuat aspek people dan system.
Dari sisi people, tim layanan pelanggan dipersiapkan untuk memberikan respon yang lebih cepat dan informatif. Sementara dari sisi system, Lion Parcel meningkatkan kapabilitas teknologi dan sistem pendukung agar pelanggan dapat memperoleh informasi dengan lebih transparan dan akurat.
“Upaya ini dilakukan untuk memastikan pengalaman pelanggan tetap terjaga selama periode puncak pengiriman. Melalui penguatan operasional dan peningkatan kualitas customer experience menjelang Ramadan, kami ingin memastikan pelanggan tetap memperoleh layanan yang andal di tengah meningkatnya permintaan,” tutur Chief Experience Officer Lion Parcel, Budi Santoso dikutip Rabu (4/2/2026).
Lion Parcel sendiri optimistis dengan strategi tersebut mampu meraup peningkatan double digit seperti yang pernah terjadi pada periode Ramadan sebelumnya.
“Bulan Ramadan harusnya sama seperti tahun lalu ya, angkanya harusnya sih double digit lah karena memang mau di industri mana pun biasanya baik seller, baik bisnis owner itu biasanya selalu punya stok dua bulan dari bulan non-Ramadan. Jadi kami mengikuti, kami tidak tahu kira-kira berapa tahun ini, tapi yang pasti seperti tahun-tahun sebelumnya, double digit itu yang kita targetkan di tahun ini,” tutur Chief Marketing Officer Lion Parcel, Kenny Kwanto.
