Jakarta, IDN Times - Pembelian 50 unit pesawat Boeing jadi salah satu kewajiban yang mesti dipenuhi Indonesia dalam kesepakatan perdagangan melalui Agreement on Reciprocal Trade (ART) dengan Amerika Serikat (AS).
Pengamat penerbangan, Alvin Lie memandang kewajiban tersebut belum bisa dijadikan solusi atas kurangnya armada pesawat yang bisa beroperasi di Indonesia sekarang. Menurut dia, pembelian 50 unit pesawat itu terkesan banyak, tetapi sebenarnya bukan satu hal luar biasa. Alvin membandingkan dengan maskapai Lion Air yang bisa memesan ratusan pesawat dalam satu transaksi.
"(Sebanyak) 50 pesawat tersebut sepertinya hanya untuk menggantikan B738-800 Garuda yang usianya sudah mulai uzur sehingga kurang efisien. Perlu diketahui juga bahwa yang akan beli pesawat adalah perusahaan leasing yang kemudian akan menyewakan jangka panjang kepada Garuda," tutur Alvin kepada IDN Times, Minggu (22/2/2026).
