Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Akrab dengan AS, Vietnam Borong 90 Pesawat Boeing untuk 3 Maskapai

Akrab dengan AS, Vietnam Borong 90 Pesawat Boeing untuk 3 Maskapai
Pesawat Boeing
Intinya Sih
  • To Lam melakukan kunjungan kenegaraan ke AS untuk memperkuat kemitraan strategis, menghasilkan kesepakatan besar di sektor kedirgantaraan dan memperdalam hubungan ekonomi kedua negara.
  • Tiga maskapai Vietnam menandatangani kontrak pembelian 90 pesawat Boeing senilai puluhan miliar dolar AS, sebagai langkah modernisasi armada dan ekspansi industri penerbangan nasional.
  • Vietnam resmi bergabung dalam Dewan Perdamaian yang dipimpin AS, berkomitmen mendukung rekonstruksi Gaza serta memperkuat peran diplomatiknya dalam menjaga stabilitas global.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Pemimpin tertinggi Partai Komunis Vietnam, To Lam, secara resmi melakukan kunjungan kenegaraan ke Amerika Serikat (AS) pada Kamis (19/2/2026), guna mempererat kemitraan strategis serta menghadiri inaugurasi organisasi perdamaian internasional yang baru dibentuk di Washington. Kunjungan ini menjadi momentum krusial bagi kedua negara untuk memperdalam hubungan ekonomi melalui serangkaian kerja sama kedirgantaraan yang bertujuan memodernisasi infrastruktur transportasi udara di kawasan Asia Tenggara.  

Dalam rangkaian agenda diplomatik tersebut, tiga maskapai besar asal Vietnam secara kolektif menandatangani kontrak pengadaan 90 unit pesawat jet komersial dengan produsen Boeing. Kesepakatan ini merupakan manifestasi dari kerangka kerja perdagangan bilateral yang sedang dinegosiasikan guna menyeimbangkan neraca perdagangan serta memperkuat kepercayaan pasar global terhadap pertumbuhan industri penerbangan Vietnam di masa depan.

1. Rincian kesepakatan pembelian pesawat Boeing oleh tiga maskapai Vietnam

Bendera Vietnam
Bendera Vietnam (unsplash.com/Sam Williams)

Maskapai nasional Vietnam Airlines memimpin langkah modernisasi armada dengan menyepakati pembelian 50 unit pesawat Boeing 737-8 senilai 8,1 miliar dolar AS (Rp136,9 triliun). Pembelian pesawat berbadan sempit ini merupakan bagian dari strategi perluasan jaringan penerbangan regional mereka untuk satu dekade ke depan.

Pengadaan tersebut diproyeksikan akan meningkatkan kapasitas armada perusahaan menjadi 151 pesawat pada 2030 mendatang. Pengiriman pesawat yang dikenal hemat bahan bakar ini dijadwalkan berjalan secara bertahap, mulai dari 2030 hingga 2032.

"Investasi pada 50 pesawat Boeing 737-8 ini menandai langkah besar dalam membangun armada modern yang efisien, sekaligus meningkatkan standar layanan internasional bagi penumpang," kata Chairman Vietnam Airlines, Dang Ngoc Hoa, dilansir Morningstar.

Sementara itu, maskapai swasta yang baru didirikan bernama Sun PhuQuoc Airways turut mencetak sejarah penerbangan nasional. Mereka menyepakati pembelian 40 unit pesawat berbadan lebar Boeing 787-9 Dreamliner dengan total nilai investasi mencapai 22,5 miliar dolar AS (Rp380,3 triliun).

Langkah ekspansi ini juga diikuti oleh maskapai penerbangan berbiaya hemat, Vietjet. Maskapai tersebut telah mengamankan dana senilai 965 juta dolar AS (Rp16,3 triliun) untuk mendatangkan enam pesawat tambahan, guna memperkuat struktur modal dan kapasitas operasional penerbangan internasionalnya.

"Kemitraan dengan Boeing membangun landasan kuat untuk mengembangkan maskapai kelas dunia, yang selaras dengan ekosistem pariwisata dan resor yang telah dikembangkan perusahaan di Phu Quoc," kata Dang Minh Truong, Chairman Sun Group.

2. Pembelian pesawat Vietnam di AS perkuat diplomasi ekonomi kedua negara

Gedung perusahaan Boeing di California, Amerika Serikat (unsplash.com/Sven Piper)
Gedung perusahaan Boeing di California, Amerika Serikat (unsplash.com/Sven Piper)

Transaksi komersial dalam skala besar ini menjadi instrumen diplomatik yang penting bagi Vietnam. Langkah ini diambil untuk menyeimbangkan defisit perdagangan barang dengan AS, yang sempat mencapai angka tertinggi sebesar 123,5 miliar dolar AS (Rp2 kudriliun) pada 2024. Selain itu, kesepakatan ini turut memberikan sinyal positif dalam upaya negosiasi penghapusan tarif di antara kedua belah pihak.

Melalui kerangka kerja perdagangan yang diinisiasi oleh pemerintahan Presiden Donald Trump, AS setuju untuk mengevaluasi kembali tarif 20 persen terhadap sebagian besar barang ekspor dari Vietnam. Evaluasi tersebut dapat dilakukan dengan syarat adanya komitmen yang nyata dari Vietnam untuk membeli produk manufaktur asal Amerika secara signifikan.

"Saya sangat senang maskapai Vietnam telah setuju untuk membeli pesawat, mesin, dan layanan baru dari perusahaan-perusahaan Amerika yang akan mendukung lebih dari 83 ribu lapangan kerja di AS," ungkap Trump, dilansir Investing.

Selain di sektor kedirgantaraan, pertemuan tingkat tinggi ini juga menghasilkan kesepakatan baru di bidang telekomunikasi satelit dan kesehatan. Total nilai kerja sama dari sektor-sektor tersebut mencapai 37,2 miliar dolar AS (Rp628,8 triliun), yang secara langsung semakin memperkuat posisi Vietnam sebagai mitra strategis komprehensif bagi AS.

"Perjanjian tersebut akan membantu kedua negara untuk memperkuat keamanan ekonomi dan mendorong pertumbuhan, yang pada gilirannya akan memimpin kemakmuran global," kata juru bicara pemerintah AS, dilansir Hanoi Times.

3. Vietnam resmi gabung dewan perdamaian AS

Sesi Board of Peace, di World Economic Forum (WEF) 2026, dibuka oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Sesi Board of Peace, di World Economic Forum (WEF) 2026, dibuka oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. (IDN Times/Uni Lubis)

Vietnam secara resmi bergabung sebagai salah satu negara anggota pendiri Board of Peace atau Dewan Perdamaian. Organisasi internasional baru yang dipimpin oleh AS ini bertujuan untuk mengawasi proses perdamaian, serta upaya rekonstruksi besar-besaran di berbagai wilayah konflik global.

Keterlibatan ini menegaskan kesiapan Vietnam untuk berkontribusi dalam memberikan bantuan kemanusiaan dan membangun kembali infrastruktur di Gaza. Untuk mendukung inisiatif tersebut, organisasi ini telah berhasil mengamankan komitmen dana awal sebesar 7 miliar dolar AS (Rp118,3 triliun) dari negara-negara anggota pendirinya.

Sebagai bagian dari langkah strategis ini, Dewan Perdamaian berencana untuk mengerahkan Satuan Stabilitas Internasional (ISF). Pasukan ini akan terdiri dari 20 ribu tentara dan 12 ribu personel polisi, yang bertugas untuk menjamin keamanan selama fase pembangunan kembali Gaza menjadi kawasan "Riviera Mediterania", yang rencananya akan mencakup 200 hotel dan pulau buatan.

Vietnam mendukung penuh resolusi keamanan tersebut demi menciptakan stabilitas jangka panjang di kawasan Timur Tengah. Langkah ini dinilai sangat sejalan dengan kebijakan luar negeri mereka, yang secara konsisten mempromosikan penyelesaian sengketa melalui jalur multilateral dan prinsip hukum internasional.

"Kami siap untuk bekerja sama dengan AS dan komunitas internasional yang lebih luas menuju perdamaian komprehensif di Timur Tengah," kata Pemimpin Partai Komunis Vietnam, To Lam.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in Business

See More