Produk-produk EmasKITA. (IDN Times/Vadhia Lidyana)
Lantas, kenapa harga emas naik turun? Melansir laman resmi sikapiuangmu.ojk.go.id, ada beberapa hal yang menyebabkan harga emas bisa naik dan turun, yaitu:
1. Penawaran dan permintaan
Penyebab harga emas naik turun yang pertama adalah tingkat penawaran dan permintaan emas yang berubah. Misalnya, permintaan emas yang tinggi akan membuat harganya naik, begitu juga sebaliknya.
2. Inflasi
Inflasi juga menjadi salah satu faktor harga emas naik dan turun. Makin tinggi tingkat inflasi, maka makin mahal pula harga emas saat itu. Penyebabnya adalah masyarakat tidak mau menyimpan aset dalam bentuk uang yang nilainya lebih mudah hilang. Masyarakat lebih memilih emas yang lebih stabil dan aman saat inflasi.
3. Nilai tukar dolar AS
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat juga berpengaruh terhadap harga emas. Sebab biasanya harga emas dalam negeri didasarkan pada harga emas internasional yang menggunakan dolar AS.
Jika nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menurun, maka kemungkinan besar harga emas di Indonesia akan meningkat. Begitu juga sebaliknya.
4. Kebijakan moneter
Kebijakan moneter juga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan harga emas naik dan turun. Terutama kebijakan moneter oleh bank sentral Amerika Serikat, yaitu Federal System atau lebih dikenal The Fed.
Kebijakan moneter yang berpengaruh terhadap harga emas dunia adalah tingkat suku bunga. Jika The Fed menurunkan suku bunga, maka harga emas berpeluang naik. Sebab masyarakat cenderung enggan memilih dolar sebagai pilihan investasi dan lebih memilih emas.