Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
6 Bisnis Kreatif yang Tidak Ada Matinya dari Masa ke Masa
instagram.com/putrimarino

Intinya sih...

  • Kuliner: Tren cepat berubah, akses pemasaran luas via online.

  • Fashion: Industri mode tetap ramai, influencer dan media fashion naik daun.

  • Dekorasi: Usaha dekorasi dengan modal kecil, tapi butuh inovasi untuk bersaing.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Saat ini, bisnis kreatif jadi salah satu bidang yang berkembang sangat pesat. Mulai dari startup hingga perusahaan terkemuka pun melakukan pendekatan secara kreatif. Agar tak dilibas zaman, sebuah usaha harus berinovasi dan menggikuti selera pasar.

Tak jarang pemain di industri ini justru berakhir gulung tikar, akibat tak dapat mengimbangi cepatnya perubahan pasar. Namun, banyak juga bidang usaha yang sangat fleksibel dan tetap bertahan, justru makin banyak konsumennya. Di antaranya adalah 7 jenis bisnis di bawah ini.

1. Kuliner

ilustrasi bisnis kuliner (pexels.com/Dave H)

Bisnis kuliner jadi bidang yang paling cepat dinamikanya. Hanya dalam waktu beberapa bulan, tren kuliner bisa berganti. Contohnya saja tren jus mangga kekinian, tren coffee shop bertema rustic, makanan pedas dengan level, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Meski demikian, api dalam usaha kuliner bakal tetap berkobar bahan semakin panas. Apalagi kini makan bukan hanya sekadar urusan perut, tapi juga gaya hidup. Akses pemasaran pun makin luas, meski tak punya toko atau kedai, semua orang masih bisa punya berjualan makanan via online.

2. Fashion

Ilustrasi bisnis fashion dan aksesoris (freepik.com/freepik)

Kebutuhan krusial manusia lainnya adalah pakaian, karena tidak mungkin seseorang berkegiatan tanpa mengenakan busana. Gak sebatas memilih baju dan celana, masyarakat modern sudah terbiasa berpenampilan modis from head to toe. Karenanya, industri fashion masih akan tetap ramai dari waktu ke waktu.

Sama seperti sektor kuliner, jangkauan dunia mode sangat luas dengan tren yang cepat berubah, mulai dari pakaian, sepatu, hingga aksesoris. Tak cuma produsen, saat ini kita mengenal sebutan influencer bagi orang yang menyukai dan mengikuti tren fashion terkini. Media-media yang memuat fashion sebagai kontennya juga cenderung naik daun. So, apa yang perlu dirisaukan? 

3. Dekorasi

ide dekorasi kamar tidur dengan lampu rotan (pexels.com/Pixabay)

Kalau dulu, dekorasi hanya identik dengan pesta dan pernikahan. Tapi seiring berkembangnya zaman, makan malam romantis bareng pasangan pun bisa menggunakan bantuan profesional untuk mempercantik meja.

Bahkan kamu bisa mulai merintis usaha di bidang dekorasi dengan modal yang tak terlalu besar. Contohnya memanfaatkan kreativitas dan mengubah barang bekas jadi layak jual. Sekarang banyak sekali media belajar yang mudah diakses seperti video tutorial di Instagram atau YouTube. Hal ini bisa jadi kekuatan, sekaligus kelemahan. Karena kalau tak punya inovasi baru dan pembeda, maka siap-siap ditenggelamkan oleh kompetitor.

4. Vendor pernikahan

ilustrasi seseorang vendor pernikahan (freepik.com/freepik)

Ada banyak hal yang perlu disiapkan menjelang pesta pernikahan, mulai dari dekorasi lokasi pernikahan, gaun pengantin, catering, undangan dan souvenir, home band, dokumentasi, dan lain sebagainya. Menjadi salah satu atau bahkan beberapa penyedia kebutuhan pernikahan di atas bisa jadi ladang bisnis yang menjanjikan, karena pernikahan akan selalu ada. 

5. Videografi dan fotografi

Ilustrasi Passion Fotografi. (pexels.com/Edanur)

Di era digital ini, penyebaran konten foto dan video kreatif jadi hal yang vital. Bidang yang bisa dituju oleh videografer dan fotografer sudah tak lagi sebatas jadi tukang dokumentasi, apalagi sejak tren TV YouTube dan Instagram beredar.

Selain itu, banyak perusahaan yang berlomba-lomba membuat iklan dalam bentuk video kreatif, termasuk film pendek. Hal ini jelas jadi keuntungan tersendiri bagi para pelaku videografi atau fotografi. 

6. Bisnis terkait dengan teknologi

Ilustrasi teknologi (Pexels.com/Flo Dahm)

Berkembangnya teknologi digital bisa membuat kehidupan manusia jauh lebih mudah dan kerap menjadi solusi bagi permasalahan yang dihadapi masyarakat. Dulunya, seseorang harus punya toko atau minimal stand  kecil untuk disebut sebagai pedagang.

Tapi kini, semua orang bisa berjualan secara online, baik lewat sosial media mau pun e-commerce. Setelahnya, tech-startup berbasis aplikasi smartphone mulai bermunculan seperti salah satunya Go-Jek yang kini menjelma jadi perusahaan raksasa teknologi di Indonesia. 

FAQ seputar Bisnis Kreatif yang Tidak Ada Matinya dari Masa ke Masa

Apa yang dimaksud dengan bisnis kreatif yang tidak bakal mati?

Bisnis kreatif yang tidak mati adalah usaha yang tetap dibutuhkan pasar karena memenuhi kebutuhan fundamental atau kreatif yang bertahan lama, seperti makanan, pendidikan, layanan kesehatan, dan hiburan.

Bisnis macam apa yang dianggap evergreen dan tahan krisis?

Contoh bisnis yang selalu dibutuhkan adalah layanan makanan/catering, pendidikan dan pelatihan, serta jasa kesehatan karena permintaannya tidak hilang meskipun kondisi ekonomi berubah.

Bisakah usaha digital masuk kategori bisnis yang tidak akan mati?

Ya. Sektor seperti edukasi online, jasa desain, dan layanan konten digital termasuk evergreen karena semakin banyak orang yang belajar, bekerja, dan berinteraksi secara digital.

Apakah bisnis kreatif punya peluang lebih besar daripada bisnis tradisional?

Bisnis kreatif punya peluang besar jika mampu menjawab kebutuhan konsumen secara unik dan terus berinovasi, sehingga tidak ketinggalan zaman meski persaingan makin ketat.

Bagaimana cara memilih ide bisnis yang tidak mudah punah?

Pilih bisnis yang memenuhi kebutuhan dasar, berbasis solusi jangka panjang, dan mudah beradaptasi dengan tren baru seperti teknologi, gaya hidup sehat, dan kebutuhan belajar/hiburan.

Editorial Team