ilustrasi memilih pilihan online (https://unsplash.com/John Schnobrich)
Kini sudah semakin banyak situs Print on Demand yang dapat melayani pemasaran dan pengiriman ke banyak negara. Setiap situs memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri. Mulai dari kualitas produk, varian yang disediakan, kontrol dari pemilik merek, dan banyak pembeda lainnya.
Merch by Amazon menjadi platform favorit karena banyaknya jumlah pengunjung pada situs Amazon setiap harinya. Perancangan produk pun relatif mudah karena kita berfokus untuk mendesain produk dan harga saja. Namun untuk bergabung, kita membutuhkan undangan khusus. Jangan putus asa kalau tidak diterima, karena masih banyak alternatif lain sejenis. Contohnya seperti Redbubble, Spring, Zazzle, dan lainnya.
Terdapat juga platform seperti Printful dan Printify dimana kita dapat mengambil andil lebih besar. Contohnya seperti memilih vendor untuk setiap produknya, memasarkan pada ecommerce pilihan, dan menangani customer service.
Menarik bukan? Tapi ingat, jangan lupa melakukan riset mendalam terlebih dahulu sebelum menentukan dan memulai bisnis Print on Demand. Upaya ekstra memang diperlukan di tahap awal. Tapi bila sudah berjalan dengan baik, kita bisa mendapatkan penghasilan tambahan sambil rebahan.
Apa itu Print on Demand? | Print on Demand adalah model bisnis di mana produk dicetak setelah ada pesanan sehingga penjual tidak perlu stok barang. |
Berapa modal untuk memulai POD? | Modalnya kecil karena kamu hanya perlu membuat desain dan promosi sementara produksi ditangani vendor. |
Produk apa yang bisa dijual dengan POD? | Produk yang umum dijual adalah kaos, hoodie, tote bag, mug, phone case, dan poster. |
Bagaimana cara mendapatkan pelanggan POD? | Kamu bisa mempromosikannya melalui media sosial, marketplace, dan iklan digital. |
Apakah bisnis POD menguntungkan? | Bisnis ini menguntungkan jika desainmu menarik dan sesuai dengan kebutuhan pasar. |