Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
BNI Terbitkan AT1 Rp11,9 Triliun, Oversubscribe hingga 3,6 Kali
Gedung BNI (dok. BNI)
  • BNI menerbitkan instrumen Additional Tier-1 senilai Rp11,9 triliun untuk memperkuat struktur permodalan, dengan permintaan investor mencapai 3,6 kali lipat dari nilai penerbitan.
  • Penerbitan AT1 bersifat subordinasi, perpetual, dan non-cumulative serta dicatatkan di Singapore Exchange sebagai langkah strategis memperkuat fondasi pertumbuhan bisnis jangka panjang BNI.
  • Inisiatif transformasi jaringan BRAVE mendorong penyaluran kredit tumbuh 20,1 persen dan peningkatan CASA 26,6 persen hingga Maret 2026, menunjukkan hasil positif dari strategi penguatan bisnis BNI.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) mengambil langkah strategis untuk memperkuat struktur permodalan dengan menerbitkan instrumen Additional Tier-1 (AT1) senilai 700 juta dolar AS atau setara Rp11,9 triliun pada April 2026.

Direktur Finance & Strategy BNI, Hussein Paolo Kartadjoemena, menegaskan langkah ini sejalan dengan upaya perseroan meningkatkan kapasitas menghadapi risiko sekaligus membuka peluang ekspansi bisnis yang sehat dan berkelanjutan.

“Penerbitan AT1 ini merupakan penerbitan kedua bagi BNI, setelah sebelumnya dilakukan pada 2021. Keberhasilan ini mencerminkan tingginya kepercayaan investor global terhadap BNI, terlihat dari permintaan yang mencapai lebih dari 2,5 miliar dolar AS, atau oversubscribe hingga 3,6 kali dari nilai penerbitan,” ujar Paolo dalam keterangannya, Rabu (29/4/2026).

1. AT1 BNI bersifat subordinasi, perpetual, dan non-cumulative

Paparan kinerja BNI di kuartal I 2026. (Dok/Istimewa).

Instrumen AT1 BNI bersifat subordinasi, perpetual, dan non-cumulative, diterbitkan di pasar global sesuai Regulation S, serta dicatatkan di Singapore Exchange (SGX). Strategi ini menjadi bagian dari upaya optimalisasi struktur permodalan perseroan, sekaligus memperkuat fondasi untuk pertumbuhan bisnis jangka panjang.

Dengan penguatan permodalan melalui AT1, BNI siap menghadapi dinamika pasar dan memperluas layanan kepada nasabah, sambil menjaga kesehatan keuangan yang kokoh.

2. BNI jalankan transformasi jaringan melalui BRAVE

Gedung BNI. (Dok. BNI)

Ia mengatakan, sejalan dengan strategi penguatan bisnis, BNI tengah menjalankan transformasi jaringan melalui inisiatif BRAVE (Branch, Region, Area, Value, Empowerment). Transformasi ini bertujuan memberdayakan kantor cabang dan cabang pembantu sebagai point of sale utama untuk produk dan layanan perbankan, sekaligus meningkatkan kapabilitas operasional hingga ke unit terkecil.

"Inisiatif BRAVE mulai dijalankan pada kuartal IV 2025 secara bertahap, dengan target mendorong pertumbuhan kredit dan CASA yang berkualitas dan berkelanjutan, memperluas market share BNI, serta meningkatkan produktivitas lebih dari 1.700 cabang di seluruh Indonesia," ujarnya.

3. Berkat inisiatif BRAVE, penyaluran kredit tumbuh 20,1 persen

ilustrasi pertumbuhan ekonomi (unsplash.com/Mathieu Stern)

Ia menjelaskan, dalam enam bulan implementasi transformasi jaringan melalui inisiatif BRAVE, PT BNI berhasil mencatat pertumbuhan bisnis yang melampaui rata-rata industri perbankan.

Penyaluran kredit BNI hingga Maret 2026, tumbuh 20,1 persen secara year on year (yoy), sementara penghimpunan dana pihak ketiga melalui CASA meningkat 26,6 persen. Peningkatan ini turut memperkuat efisiensi biaya dana perseroan, meskipun menghadapi kondisi pasar yang penuh tantangan.

Editorial Team