Jakarta, IDN Times - Boeing secara resmi mengumumkan pemangkasan sekitar 300 posisi pekerjaan pada unit rantai pasok di divisi pertahanannya pada Rabu (4/2/2026). Langkah ini diambil sebagai bagian dari restrukturisasi strategis perusahaan guna menghadapi tekanan finansial yang terus berlanjut.
Di bawah kepemimpinan CEO Kelly Ortberg, kebijakan efisiensi tersebut bertujuan untuk menstabilkan neraca keuangan divisi Defense, Space & Security (BDS) yang saat ini masih mencatatkan kerugian operasional cukup signifikan.
Keputusan ini akan berdampak pada karyawan di berbagai lokasi di Amerika Serikat (AS), dengan surat pemberitahuan resmi yang dijadwalkan akan dikirimkan kepada mereka yang terdampak pada pekan ini. Pihak manajemen Boeing menyatakan, langkah ini diambil setelah melakukan peninjauan menyeluruh terhadap kebutuhan staf di lingkungan perusahaan.
Meskipun demikian, Boeing tetap memberikan kesempatan bagi karyawan yang memenuhi syarat untuk mengisi lowongan posisi di divisi lain dalam organisasi tersebut demi meminimalisasi dampak pengurangan tenaga kerja.
