Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi. (IDN Times/Pitoko)
Pada kesempatan yang sama, Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto, Hasan Fawzi memastikan pihaknya akan memperkuat pengawasan pasar modal dengan mencermati dinamika yang terjadi di pasar, baik yang dipengaruhi kondisi domestik maupun perkembangan geopolitik global.
Menurut Hasan, situasi global yang bergejolak berpotensi mempengaruhi persepsi dan sentimen investor di pasar modal Indonesia. Karena itu, regulator terus meningkatkan pemantauan terhadap pergerakan pasar.
“Fokus pemantauan kami adalah mencermati dinamika yang terjadi di pasar sebagai dampak kondisi domestik maupun geopolitik global yang secara langsung maupun tidak langsung memengaruhi sentimen di pasar modal,” ujarnya.
Sejalan dengan itu, OJK sejak akhir Januari terus mendorong percepatan reformasi integritas di pasar modal. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat kredibilitas pasar serta meningkatkan kepercayaan investor.
Beberapa upaya yang dilakukan antara lain memperkuat penegakan hukum, meningkatkan pengawasan terhadap tingkat kepatuhan pelaku pasar, hingga pemberian sanksi secara terukur terhadap pelanggaran yang terjadi. Selain itu, OJK juga terus mendorong keterbukaan informasi agar investor dapat memperoleh data yang lebih transparan dalam mengambil keputusan investasi.
Di sisi lain, OJK juga fokus mengawal proposal yang diajukan kepada sejumlah penyedia indeks global (index provider). Upaya ini bertujuan meningkatkan transparansi dan integritas pasar modal Indonesia di mata investor internasional.
Menurut Hasan, penguatan tata kelola dan transparansi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kredibilitas pasar modal domestik.
“Pada akhirnya kita harapkan pasar modal Indonesia menjadi pasar yang benar-benar kredibel di mata investor, termasuk investor global, serta menjadi tempat investasi yang nyaman bagi para investor,” katanya.