Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bos BEI Blak-blakan soal Penyebab Modal Asing Cabut dari RI
Business Forum antara Kementerian Transmigrasi Indonesia dan pebisnis serta investor Jepang di sela acara Osaka Expo, Jepang Senin (29/9/2025). (Dok. Kementerian Transmigrasi)
  • Arus modal asing keluar dari Indonesia meningkat tajam, dengan aksi jual mencapai Rp428 miliar pada 18 Mei 2026 dan Rp6,57 triliun pada pekan sebelumnya.
  • Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menjelaskan bahwa keluarnya dana asing dipicu oleh proses rebalancing indeks global MSCI dan FTSE yang memengaruhi keputusan investor.
  • BEI terus memantau aktivitas investor asing bersama OJK serta menyiapkan strategi untuk menjaga partisipasi jangka panjang mereka di pasar modal Indonesia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
13 Mei 2026

Pada akhir perdagangan pekan tersebut, investor asing melakukan aksi jual senilai Rp6,57 triliun di pasar saham Indonesia.

18 Mei 2026

Hingga perdagangan sesi I hari Senin, investor asing kembali mencatat aksi jual sebesar Rp428 miliar. Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menjelaskan bahwa arus keluar modal asing dipicu oleh rebalancing indeks global MSCI dan FTSE.

kini

BEI terus memantau aktivitas investor asing bersama OJK serta menyiapkan strategi untuk menjaga partisipasi jangka panjang investor asing di pasar modal Indonesia.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Arus modal asing keluar dari pasar modal Indonesia dalam jumlah besar, dengan nilai penjualan mencapai Rp428 miliar pada sesi I perdagangan Senin dan Rp6,57 triliun pada akhir pekan sebelumnya.
  • Who?
    Investor asing melakukan aksi jual saham, sementara Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Jeffrey Hendrik memberikan penjelasan dan koordinasi dilakukan bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
  • Where?
    Kegiatan perdagangan dan pemantauan berlangsung di Bursa Efek Indonesia, Jakarta Selatan.
  • When?
    Aksi jual terjadi pada Rabu, 13 Mei 2026, dan berlanjut hingga sesi I perdagangan Senin, 18 Mei 2026.
  • Why?
    Penyebab utama disebut karena proses rebalancing indeks global oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI) dan Financial Times Stock Exchange (FTSE).
  • How?
    Bursa Efek Indonesia memantau aktivitas investor asing secara intensif serta menyiapkan strategi untuk menjaga partisipasi jangka panjang mereka di pasar modal nasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Banyak orang dari luar negeri yang punya uang di Indonesia sekarang jual sahamnya. Katanya nilainya sampai triliunan rupiah. Pak Jeffrey, bos tempat jual beli saham, bilang ini karena ada perubahan aturan dari perusahaan besar dunia. Sekarang mereka lihat dulu keadaan pasar. Pak Jeffrey dan teman-temannya mau cari cara supaya mereka mau kembali lagi nanti.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pernyataan Direktur Utama BEI menunjukkan sikap tenang dan terukur dalam menghadapi keluarnya modal asing, dengan menekankan bahwa aksi jual tersebut merupakan bagian wajar dari proses rebalancing indeks global. Pendekatan ini mencerminkan kesiapan lembaga untuk menjaga stabilitas pasar melalui pemantauan berkelanjutan, koordinasi dengan OJK, serta penyusunan strategi jangka panjang yang mendukung partisipasi investor asing.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Arus modal asing yang keluar dari Indonesia kian deras. Hingga perdagangan sesi I, Senin (18/5/2026), investor asing melakukan aksi jual senilai Rp428 miliar.

Pada akhir perdagangan pekan lalu, Rabu (13/5/2026), investor asing melakukan aksi jual senilai Rp6,57 triliun.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, mengatakan, salah satu pemicunya adalah hasil rebalancing indeks global dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) dan Financial Times Stock Exchange (FTSE). Menurut dia, wajar jika terjadi aksi jual dari investor asing dengan adanya rebalancing indeks itu.

“Dengan rencana rebalancing yang akan dilakukan oleh investor asing, tentu ini adalah aktivitas yang wajar,” ujar Jeffrey di Kantor BEI, Jakarta Selatan.

Dia mengatakan, BEI terus melakukan pemantauan aktivitas investor asing dan berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Di sisi lain, BEI berupaya menyusun strategi yang bisa mempertahankan partisipasi investor asing di pasar modal Indonesia dalam jangka panjang.

“Kalau investor asing tentu dari waktu ke waktu memang masuk dari keluar dengan segala pertimbangannya. Nah tentu kita melakukan upaya terbaik agar investor asing akan terus masuk, dan untuk jangka panjang tetap stay dan berpartisipasi di pasar kita,” ucap Jeffrey.

Editorial Team