Jakarta, IDN Times - Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, mengatakan, pergerakan rupiah yang melemah dalam akhir-akhir ini disebabkan oleh faktor global dan domestik.
Menurut dia, faktor eksternal seperti ketidakpastian geopolitik, kebijakan tarif Amerika Serikat, serta imbal hasil US Treasury yang tinggi untuk tenor dua dan tiga tahun, turut memberikan dampak besar pada penguatan dolar AS.
"Pelemahan nilai tukar rupiah ini disebabkan oleh sejumlah faktor global, antara lain ketegangan geopolitik, kebijakan tarif dari Amerika, serta tingginya yield US Treasury, baik untuk tenor dua tahun maupun tiga tahun. Selain itu, kemungkinan kecilnya penurunan suku bunga Federal Reserve juga memberi tekanan," kata Perry dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (21/1/2026).
