Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

BI Tahan Suku Bunga Acuan, Rupiah Menguat Sore Ini

ilustrasi rupiah (unsplash.com/Mufid Majnun)
ilustrasi rupiah (unsplash.com/Mufid Majnun)
Intinya sih...
  • Nilai tukar rupiah berdasarkan kurs tengah BI turun menjadi Rp16.63 per dolar AS, lebih rendah dari pekan lalu.
  • BI mempertahankan suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate di level 4,75 persen untuk bulan Januari.
  • Prediksi melemahnya rupiah besok, Kamis (22/1), dengan perkiraan penutupan di rentang Rp16.930-16.950.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah menguat terhadap mata uang dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Rabu (21/1/2026).

Mengutip Bloomberg, kurs rupiah ditutup menguat 20 poin atau 0,12 persen ke Rp16.936 per dolar AS sore ini. Pagi tadi, rupiah dibuka menguat tipis, hanya 1 poin ke level Rp16.955 per dolar AS.

Hari ini kurs rupiah diperdagangkan pada rentang Rp16.925-16.972 per dolar AS, dengan year to date (YTD) return 1,53 persen.

1. Nilai tukar rupiah berdasarkan kurs tengah BI

Berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia (BI), nilai tukar rupiah menyentuh Rp16.963 per dolar AS.

Angka tersebut lebih rendah dibandingkan kurs rupiah pada penutupan perdagangan pekan kemarin, Selasa (20/1/2026), yang berada di level RpRp16.981 per dolar AS. Data JISDOR BI menunjukkan rupiah mengalami penguatan sore ini dibandingkan kemarin.

2. BI pertahankan suku bunga acuan

Menurut analis pasar keuangan, Ibrahim Assuaibi pergerakan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang dolar AS didorong oleh keputusan Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR).

Siang tadi, BI mengumumkan BI Rate ditahan di level 4,75 persen, sesuai keputusan dari Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang digelar pada 20-21 Januari 2026.

“Kendati mempertahankan suku bunga pada bulan Januari ini, BI masih menegaskan bahwa ruang penurunan suku bunga terbuka lebar. Namun, penurunan akan dibarengi oleh perkiraan inflasi pada tahun ini yang berada di sasaran 4,5 persen plus minus 1 persen,” ucap Ibrahim dalam keterangan resmi.

3. Rupiah diprediksi melemah besok

Meski begitu, Ibrahim melihat penguatan rupiah masih terbatas. Oleh sebab itu, rupiah diprediksi kembali melemah besok, Kamis (22/1/2026).

“Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp16.930-16.950,” ujar Ibrahim.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwifantya Aquina
EditorDwifantya Aquina
Follow Us

Latest in Business

See More

Rencana Rusun Subsidi Meikarta Dilaporkan ke Prabowo, Ini Lokasinya

21 Jan 2026, 18:30 WIBBusiness