Jakarta, IDN Times – Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pada Januari 2026 terjadi deflasi sebesar 0,15 persen secara bulanan (month to month/MtM), yang ditandai dengan penurunan indeks harga dari 109,92 pada Desember 2025 menjadi 109,75 pada Januari 2026. Sebelumnya, pada Desember 2025, inflasi tercatat sebesar 0,64 persen secara bulanan (MtM) dan 2,92 persen secara tahunan (YoY).
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menyebutkan kelompok makanan, minuman, dan tembakau merupakan penyumbang terbesar terhadap deflasi bulanan pada awal tahun ini.
"Terjadi deflasi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1,03 persen, dengan andil deflasi sebesar 0,30 persen," ujarnya dalam konferensi pers pada Senin (2/2/2026).
