Peternak di Brasil meningkatkan efisiensi produksi dengan mempercepat siklus penggemukan sapi melalui sistem feedlot. Dalam metode ini, sapi digemukkan selama sekitar 100 hari, jauh lebih singkat dibanding dua tahun jika dibiarkan merumput secara alami. Pada 2025, sekitar 22 persen populasi sapi di Brasil digemukkan di feedlot, dan angka ini diperkirakan meningkat menjadi 28 persen pada 2027, menurut lembaga riset Scot Consultoria.
“Jika sepuluh tahun lalu sapi disembelih pada usia lima tahun, kini rata-rata 36 bulan dan akan segera turun menjadi 24 bulan,” ujar Manajer feedlot CMA di Barretos, Vinicius Barbosa,
Inovasi seperti teknik inseminasi buatan dan penggunaan pakan hasil sampingan industri etanol berbasis jagung turut meningkatkan efisiensi peternakan.
Kepala Lembaga Konsultan Athenagro, Mauricio Nogueira menyebut, perkembangan ini meningkatkan tingkat kehamilan sapi hingga 54 persen pada 2027.
“Kami melihat lebih banyak kehamilan, genetika yang lebih baik, dan pertumbuhan lebih cepat, sambil menjaga populasi sapi tetap stabil,” katanya, dilansir Yahoo Finance.