Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
BTPN Syariah Bukukan Laba Rp319 Miliar pada Kuartal I
Logo BTPN Syariah
  • BTPN Syariah mencatat laba bersih Rp319 miliar pada kuartal I-2026 dengan pertumbuhan aset 7 persen dan pembiayaan naik 4 persen secara tahunan.
  • Pertumbuhan laba ditopang peningkatan kualitas pembiayaan melalui strategi pendampingan nasabah dan peran aktif Community Officer dalam Pertemuan Rutin Sentra.
  • Bank memperkuat kapasitas internal, meningkatkan efektivitas pendampingan, serta menyiapkan pengembangan produk untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan sepanjang 2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - PT Bank BTPN Syariah Tbk mencatat laba bersih Rp319 miliar pada kuartal I-2026. Aset perseroan mencapai Rp23,2 triliun atau tumbuh 7 persen secara tahunan (year on year/yoy), sementara penyaluran pembiayaan sebesar Rp10,6 triliun, naik 4 persen yoy.

Rasio keuangan tercatat tetap terjaga, dengan Return on Asset (RoA) sebesar 7,1 persen dan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 59,2 persen.

"Kualitas pembiayaan menjadi penopang utama laba kuartal pertama ini mengalami pertumbuhan," kata Direktur BTPN Syariah Fachmy Achmad dalam tertulis, dikutip Kamis (30/4/2026).

1. Pembiayaan tumbuh dan kualitas portofolio ikut membaik

Pelaku usaha mikro mendapat pembiayaan dari BTPN Syariah untuk mengembangkan usahanya. (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)

BTPN Syariah melaporkan kinerja kuartal pertama 2026 ditopang pertumbuhan pembiayaan dan perbaikan kualitas portofolio. Perseroan menyebut hal itu berkaitan dengan strategi pendampingan nasabah yang dijalankan dalam penyaluran pembiayaan.

Setiap pembiayaan disertai pendampingan yang ditujukan untuk meningkatkan kapasitas nasabah. Dalam prosesnya, nasabah didorong menerapkan empat perilaku unggul BDKS, yakni berani berusaha, disiplin, kerja keras, dan saling bantu.

"Kami melihat meningkatnya kepercayaan nasabah serta ketahanan usaha mereka, yang pada akhirnya memperkuat kualitas Bank. Kualitas pembiayaan menjadi penopang utama laba kuartal pertama ini mengalami pertumbuhan," paparnya.

2. Peran petugas lapangan disebut berpengaruh

Pelaku usaha mikro mendapat pembiayaan dari BTPN Syariah untuk mengembangkan usahanya. (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)

BTPN Syariah menyebut peran Community Officer (CO) menjadi salah satu faktor dalam penyaluran pembiayaan. CO bertugas mendampingi nasabah secara langsung melalui Pertemuan Rutin Sentra (PRS), dengan materi yang disesuaikan dengan usaha ultra mikro.

Selain mendampingi, CO juga berperan dalam mendorong penerapan perilaku unggul di antara nasabah serta menjaga interaksi di dalam kelompok.

"Momentum kuartal pertama menunjukkan bahwa model pendampingan yang kami terapkan berkontribusi pada kualitas pembiayaan," ujarnya.

3. Bank lanjutkan penguatan internal

Bankir pemberdaya atau community officer BTPN Syariah. (dok. BTPN Syariah)

Di sisi lain, BTPN Syariah menyatakan terus melakukan penyesuaian di internal untuk menjaga pertumbuhan. Pada kuartal pertama 2026, kapasitas Community Officer diperkuat agar pendampingan lebih efektif.

Pihaknya juga menjalankan program untuk mendorong kedisiplinan nasabah dalam mengikuti pertemuan, serta menyiapkan rencana pengembangan produk bagi nasabah yang usahanya berkembang.

"Pada 2026, Bank melanjutkan fokus di tahun sebelumnya, sambil mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan di tengah tantangan yang ada," kata dia.

Editorial Team