Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ilustrasi MinyaKita. (IDN Times/Vadhia Lidyana)
Ilustrasi MinyaKita. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Intinya sih...

  • Total Minyakita yang akan disalurkan lebih dari 700 ribu ton sepanjang 2026

  • Bulog salurkan Minyakita ke seluruh Indonesia

  • Harus dijual ke konsumen sesuai HET

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Perum Bulog mendapatkan tugas untuk menyalurkan 60 ribu ton Minyakita setiap bulannya sepanjang 2026.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan Bulog merupakan salah satu BUMN yang mendapat penugasan untuk menyalurkan 35 persen dari kebijakan domestic market obligation (DMO) Minyakita.

"Nah untuk pembagiannya sesuai arahan dari Bapak Mentan, Bulog dipercayakan 70 persen dari 35 persen itu," tutur Rizal di Jakarta, Jumat (23/1/2026).

1. Total Minyakita yang akan disalurkan lebih dari 700 ribu ton sepanjang 2026

Ilustrasi MinyaKita. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Direktur Bisnis Perum Bulog, Feby Novita mengatakan, angka penugasan itu meningkat dari sebelumnya, di mana biasanya Bulog menyalurkan 36 ribu ton Minyakita per bulan.

"Jalau dari total DMO kita mungkin 60 ribu ton per bulan atau 700 ribu ton lah per tahun gitu ya,” tutur Feby.

2. Bulog salurkan Minyakita ke seluruh Indonesia

Direktur Bisnis Perum Bulog, Feby Novita. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Adapun penyaluran Minyakita akan dilakukan Bulog ke seluruh wilayah Indonesia, melalui distributor tingkat 1 (D1) dan tingkat 2 (D2).

“Jadi untuk pasar-pasar dulu karena Bulog tidak boleh ke D2 lagi tetapi harus ke pengecer. Nah ini perubahannya," ucap Febby.

3. Harus dijual ke konsumen sesuai HET

Minyak goreng subsidi MinyaKita kemasan satu liter, (IDN Times/Tama Yudha Wiguna)

Berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) nomor 43 tahun 2025, harga eceran tertinggi (HET) Minyakita ialah Rp15.700 per liter. Namun, menurut data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan (Kemendag), harga rata-rata nasional Minyakita ialah Rp16.700 per liter.

Feby mengatakan, Bulog telah menjalankan penjualan sesuai ketentuan, di mana menjual ke distributor atau pengecer Rp14.500 per liter. Lalu, pengecer harus menjual ke konsumen Rp15.700 per liter.

“Bulog beli dari produsen harganya cuma satu, sesuai SIMIRAH dari Permendag Rp13.500. Bulog jual ke pengecer Rp14.500. Rp1.000-nya untuk apa? Rp1.000-nya itu untuk biaya distribusi, loading-unloading. Kita kan distribusi gak hanya di Jawa, sampai daerah-daerah terpencil,” tutur Feby.

Editorial Team