Duh, Bulog Rugi Rp550 Miliar Sepanjang 2025!

- Bulog mengalami kerugian Rp550 miliar sepanjang 2025
- Bulog meminta bantuan pemerintah untuk menjalankan tugas pengadaan cadangan beras pemerintah (CBP)
- Bulog mendapat suntikan dana pinjaman lunak Rp39,1 triliun dengan skema Operator Investasi Pemerintah (OIP)
Jakarta, IDN Times - Perum Bulog mencatatkan kerugian sebesar Rp550 miliar sepanjang 2025.
Hal itu diungkapkan Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI.
“Jadi, kami sesuai dengan hasil pembukuan. Per tanggal 31 Desember 2025 yang lalu, kami laporkan bahwa kerugian sekitar Rp550 miliar,” kata Rizal di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (21/1/2026).
1. Bulog minta bantuan pemerintah

Rizal mengatakan, dengan kondisi itu, pihaknya membutuhkan bantuan pemerintah untuk menjalankan tugas pengadaan cadangan beras pemerintah (CBP). Apalagi, tahun ini Bulog ditugaskan menyerap 4 juta ton CBP.
Rizal mengaku sudah meminta bantuan pemerintah langsung ke Presiden Prabowo Subianto pada Rabu (7/1/2026) lalu.
“Di situ Bapak Presiden kami sampaikan, kami Bulog tahun 2026 ke depan, dengan target yang diberikan oleh pemerintah 4 juta ton, yang mana di tahun 2025 yang lalu kami ditarget 3 juta ton, kami mampu mencapai 3.180.000 ton, lebih dari target,” ucap Rizal.
2. Bulog dapat suntikan dana Rp39,1 triliun

Usai meminta bantuan ke Prabowo, akhirnya pemerintah sepakat memberikan dana pinjaman lunak senilai Rp39,1 triliun. Pinjaman itu menggunakan skema Operator Investasi Pemerintah (OIP) dengan bunga 2 persen.
Menurut Rizal, bunga itu jauh lebih rendah dibandingkan pinjaman dari Himpunan Bank-Bank Negara (Himbara).
“Alhamdulillah beliau menyetujui Rp39 triliun tersebut kami ajukan, mohon dengan segala hormat Bapak jangan menggunakan dana Himbara yang 7 persen, yang 7 persen. Kami mohon dengan pinjaman OIP dari Bank Indonesia,” tutur Rizal.
Pinjaman itu diberikan untuk menutupi kebutuhan modal Bulog dalam pengadaan 4 juta ton CBP tahun ini.
“Nah dengan Rp68 triliun ini, kami baru dibantu oleh Kemenkeu itu baru Rp22 triliun, masih kurang Rp39 koma sekian triliun,” ucap Rizal.
3. Tunggu Inpres untuk pencairan dana pinjaman lunak

Rizal mengatakan, pinjaman itu akan diberikan pemerintah setelah Instruksi Presiden (Inpres) terkait rilis.
“Alhamdulillah ini disetujui Bapak, jadi sebentar lagi keluar Inpres-nya. Alhamdulillah dari Bapak Presiden,” kata Rizal.
















