Jakarta, IDN Times - Ekonom Wijayanto Samirin menilai sektor sumber daya alam (SDA) masih menjadi penopang utama ekonomi Indonesia. Karena itu, perubahan tata kelola ekspor melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) atau PT DSI dinilai perlu dihitung secara matang.
Dia mengingatkan agar kebijakan tersebut tidak menimbulkan dampak besar terhadap perekonomian nasional. Menurut dia, ekspor komoditas SDA dan produk turunannya menyumbang sekitar 62 persen terhadap total ekspor Indonesia.
"Lima komoditas tertinggi itu 40 persen bahkan sedikit lebih dari total ekspor. Jadi dari sisi dampak bagi GDP pertumbuhan luar biasa," kata dia di Trinity Tower, Jakarta, Sabtu (23/5/2026).
