Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ilustrasi Cadangan Devisa (IDN Times/Arief Rahmat)
Ilustrasi Cadangan Devisa (IDN Times/Arief Rahmat)

Intinya sih...

  • Penurunan cadangan devisa dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah sebagai respons Bank Indonesia terhadap ketidakpastian pasar keuangan global.

  • Cadangan devisa mendukung ketahanan sektor eksternal, menjaga stabilitas makroekonomi, dan sistem keuangan dengan aliran masuk modal asing yang positif.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times- Bank Indonesia (BI) mencatat cadangan devisa (cadev) pada akhir Januari 2026 turun menjadi 154,6 miliar dolar AS atau sekitar Rp2.581,82 triliun dengan kurs Rp16.700 per dolar AS.

Posisi cadev ini pun terpantau lebih rendah dibandingkan pada akhir Desember 2025 sebesar 156,5 miliar dolar AS.

1. Alasan penurunan cadangan devisa

ilustrasi cadangan devisa (unsplash.com/ Viacheslav Bublyk)

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, mengatatakan, posisi cadangan devisa yang turun dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah sebagai respons Bank Indonesia dalam menghadapi ketidakpastian pasar keuangan global yang meningkat.

"Posisi cadangan devisa pada akhir Januari 2026 setara dengan pembiayaan 6,3 bulan impor atau 6,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor," kata Denny.

2. Cadangan devisa mendukung ketahanan sektor eksternal

Logo Bank Indonesia

Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

Dengan demikian, Bank Indonesia meyakini ketahanan sektor eksternal tetap baik didukung oleh posisi cadangan devisa yang memadai serta aliran masuk modal asing sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang tetap menarik.

"Bank Indonesia terus meningkatkan sinergi dengan pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal guna menjaga stabilitas perekonomian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," kata dia.

3. Rincian posisi cadangan devisa

ilustrasi pertumbuhan ekonomi (unsplash.com/Mathieu Stern)

Berikut adalah rincian posisi cadev 4 bulan terakhir, yakni periode September-Desember!

  • September 148,7 miliar dolar AS

  • Oktober 149,9 miliar dolar AS

  • November 150,1 miliar dolar AS

  • Desember 156,5 miliar dolar AS

Editorial Team