Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bandara I Gusti Ngurah Rai (Dok.IDN Times/istimewa)
Bandara I Gusti Ngurah Rai (Dok.IDN Times/istimewa)

Intinya sih...

  • Bali tetap ramai saat libur Natal dan Tahun Baru 2025, dengan kunjungan wisatawan mancanegara yang terus meningkat.

  • Wisatawan nusantara beralih liburan ke daerah Jawa, menyebabkan kesan Bali sepi karena penurunan jumlah wisatawan domestik.

  • Narasi di media sosial yang menyebut Bali sepi tidak benar, karena aktivitas pariwisata di Pulau Dewata berjalan normal.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Media sosial belakangan ramai dengan unggahan foto dan video yang menarasikan suasana Bali yang sepi selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Unggahan di platform TikTok menampilkan jalanan, pantai, dan pusat wisata yang terlihat “tenang”, sehingga memunculkan anggapan bahwa kunjungan wisatawan menurun drastis.

Lantas, benarkah ada penurunan wisatawan asing dan domestik yang berlibur ke Bali pada momen Nataru tahun ini?

1. Bali dipastikan tetap ramai saat libur Natal dan Tahun Baru

Terminal keberangkatan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai (IDN Times/Ayu Afria)

Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, menegaskan kondisi pariwisata di Pulau Dewata sejatinya tetap ramai. Berdasarkan data terbaru, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali justru terus menunjukkan tren positif. Hingga saat ini, jumlah wisman yang datang ke Bali telah mencapai 6,8 juta orang dari target 7 juta kunjungan.

“Wisatawan mancanegara di Bali tetap meningkat. Sekarang sudah 6,8 juta, dan target kami memang 7 juta,” ujar Widiyanti dikutip, Rabu (31/12/2025).

2. Wisatawan nusantara liburannya bergeser ke daerah Jawa

Suasana penumpang di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, Jumat (9/8/2024). (IDN Times/Deti Mega P)

Ia menjelaskan kesan Bali sepi saat libur Nataru lebih disebabkan oleh penurunan jumlah wisatawan nusantara (wisnus). Namun, penurunan tersebut dinilai tidak signifikan, hanya sekitar 2 persen.

Berkurangnya kunjungan wisnus ke Bali dipengaruhi sejumlah faktor, salah satunya adalah gencarnya informasi mengenai kondisi cuaca yang kurang bersahabat di beberapa wilayah, termasuk Bali. Selain itu, terjadi pergeseran pergerakan wisatawan domestik selama libur Nataru ke daerah Jawa.

"Wisatawan nusantaranya memang sedikit menurun. Mungkin karena informasi cuaca yang kurang baik dan faktor lainnya, sehingga mereka lebih banyak berwisata di Jawa,” jelas Widiyanti.

Ia menambahkan, peningkatan kunjungan di Jogjakarta selama libur Nataru terbilang signifikan dibandingkan daerah lain.

3. Tidak benar Bali sepi wisatawan

Potret suasana kafe di pantai Bali (IDN Times/Dewi Suci)

Dengan demikian, Bali tetap ramai selama libur Natal dan Tahun Baru 2025. Aktivitas pariwisata berjalan normal dengan kunjungan wisatawan mancanegara yang tinggi, sementara penurunan wisatawan domestik hanya sekitar 2 persen.

Oleh karena itu, narasi di media sosial yang menyebut Bali sepi tidak benar.

Editorial Team