Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
CEK FAKTA: Viral Harga Pertamax Akan Naik Jadi Rp17.850, Benarkah?
Pelayanan Pertamax Green 95 di SPBU Pedaringan, Solo. (IDN Times/Larasati Rey)
  • Gambar berlogo Pertamina dan Danantara Indonesia viral di media sosial, menampilkan proyeksi harga BBM nonsubsidi April 2026 yang disebut naik hingga Rp17.850 per liter.
  • Warganet ramai menanggapi isu tersebut dengan berbagai spekulasi, mulai dari dugaan uji reaksi publik hingga kekhawatiran efek domino terhadap harga kebutuhan pokok dan transportasi.
  • Pertamina Patra Niaga menegaskan informasi kenaikan harga itu tidak resmi dan hoaks, serta mengimbau masyarakat hanya mengakses data harga BBM melalui situs resmi perusahaan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Beberapa jam belakangan ini warganet dihebohkan dengan munculnya sebuah gambar dengan cap CONFIDENTIAL berisi informasi tentang proyeksi harga jual eceran (HJE) BBM nonsubsidi (JBU) untuk periode April 2026.

Dalam gambar tersebut juga tercantum logo Danantara Indonesia di bagian kiri dan Pertamina Patra Niaga di sebelah kanannya. Akun @M***a**a*n** di media sosial X menjadi salah satu yang membagikan dan memviralkan gambar tersebut.

"BREAKING Beredar di group2 market perkiraan harga pertamax di bulan april akan mencapai sekitar 17 ribuan per liter," tulis akun tersebut, dikutip Senin (30/3/2026).

1. Respons warganet

Nozzel Pertamax Green 95 berwarna ungu. (IDN Times/Larasati Rey)

Respons warganet pun bermacam-macam terhadap cuitan tersebut. Ada yang membalas, itu merupakan salah satu strategi pemerintah untuk menguji reaksi masyarakat sebelum akhirnya membuat kebijakan.

"File status confident bisa bocor via akun buzzer. Apakah ini another 'testing the water policy' making?" tulis akun @txt******xp***r di media sosial X.

Ada pula yang menanggapi tentang efek domino jika benar harga Pertamax mengalami kenaikan seperti di dalam gambar.

"Efek dominonya nanti yang bensinnya pertamax turun dulu ke pertalite. Nah, dengan semakin banyak pengguna pertalite, bensinnya akan jadi langka dan antri panjang di SPBU. Bisa-bisa harga bahan sembako dan transportasi bakalan naik. Domino selanjutnya apa, penjualan motor listrik ikutan naik?" sebut @a****u***a.

2. Keterangan kenaikan BBM nonsubsidi

Penggunaan kendaraan bermotor mengisi Pertamax Green 95 di SPBU Pertamina 44.552.11 di Jalan Kyai Mojo No.52, Bener, Tegalrejo, Yogyakarta, Sabtu (9/8/2025) siang. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

Dalam gambar tersebut ditampilkan keterangan mengenai tren data nilai tukar yang terus melemah, harga indeks pasar (HIP) Gasoline RON92 yang terus naik, dan HIP Gasoil 2500ppm yang juga naik.

Hal-hal tersebut yang kemudian jadi alasan untuk menaikkan harga JBU periode April 2026. Berikut penjelasan singkat dari gambar yang viral tersebut:

  • Pertamax naik Rp5.550 dari Rp12.300 menjadi Rp17.850 per liter

  • Pertamax Green naik Rp6.250 dari Rp12.900 menjadi Rp19.150 per liter

  • Pertamax Turbo naik Rp6.350 dari Rp13.100 menjadi Rp19.450 per liter

  • Pertamina Dex naik Rp9.450 dari Rp14.500 menjadi Rp23.950 per liter

  • Dexlite naik Rp9.450 dari Rp14.200 menjadi Rp23.650 per liter

3. Tanggapan Pertamina Patra Niaga

Corsec PT Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun. (ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin))

Redaksi IDN Times lantas menghubungi Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun pada Senin malam guna mengonfirmasi gambar yang beredar di media sosial tersebut. Kepada IDN Times, Roberth memastikan bahwa hal tersebut bukan info resmi dari pihak Pertamina.

"Informasi proyeksi kenaikan harga BBM yang beredar tidak dapat dipertanggungjawabkan, hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai harga per 1 April 2026," tutur Roberth.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa gambar viral yang berisi informasi harga BBM Pertamax akan naik adalah hoaks alias tidak benar.

Roberth menambahkan, masyarakat bisa mendapatkan informasi valid harga BBM Pertamina hanya melalui saluran resmi www.pertamina.com. Selain itu, Roberth memastikan Pertamina mendukung imbauan pemerintah untuk menggunakan energi secara bijak.

Editorial Team