Jakarta, IDN Times - Ekonom menilai realisasi pertumbuhan ekonomi sebesar 5,61 persen terdapat sejumlah indikator menunjukkan adanya ketidaksesuaian yang perlu dicermati karena tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi riil masyarakat.
“Kalau kita lihat konsumsi rumah tangga, pertumbuhannya mencapai 5,52 persen pada kuartal I 2026, lebih tinggi dibanding 4,96 persen pada periode yang sama tahun lalu. Namun, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) justru turun dari 127,0 pada Januari menjadi 122,9 pada Maret, biasanya, IKK mencerminkan tren konsumsi, tetapi data BPS menunjukkan sebaliknya,” ujar Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda kepada IDN Times Jumat (8/5/2026).
