Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Luhut Yakin MBG Bisa Kerek Pertumbuhan Ekonomi Kini dan Mendatang

Luhut Yakin MBG Bisa Kerek Pertumbuhan Ekonomi Kini dan Mendatang
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana bertemu dengan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, di kantor DEN, Jakarta, Jumat (3/10/20205). (IDN Times/Vadhia Lidyana)
Intinya Sih
  • Luhut menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga 5,61 persen pada kuartal I-2026 melalui aliran dana langsung ke masyarakat.
  • Ia optimistis MBG yang dijalankan bertahap dan tertata baik bisa bantu Indonesia capai target pertumbuhan ekonomi 8 persen sesuai visi Presiden Prabowo Subianto.
  • Luhut menegaskan pentingnya kritik konstruktif terhadap MBG serta mendukung langkah audit BPKP agar pelaksanaan program semakin transparan dan efektif.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan memuji program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai mampu mengerek pertumbuhan ekonomi domestik pada kuartal I-2026 mencapai 5,61 persen.

Luhut mengatakan pengaruh MBG terhadap pertumbuhan ekonomi dalam negeri terjadi lewat kucuran dana, yang menurutnya, langsung turun ke bawah atau ke masyarakat.

"Itu makan bergizi itu pengaruh, kenapa? Belum pernah sejarah Indonesia satu hari satu triliun turun ke bawah, langsung ke bawah. Itu membangun sebenarnya kalau ini ditata lebih baik. Saya ulangi ditata lebih baik, jadi akan terjadi simpul-simpul ekonomi baru sebenarnya. Jadi misalnya suplai telur, suplai sayur, buah, ayam, dan sebagainya," tutur Luhut dalam program Ngobrol Seru bersama dengan Editor in Chief IDN Times, Uni Lubis, dikutip Jumat (8/5/2026).

1. MBG bisa bawa pertumbuhan ekonomi RI ke 8 persen

Dapur Program MBG (IDN Times/Imam Faishal)
Dapur Program MBG (IDN Times/Imam Faishal)

Jika program MBG bisa dilakukan secara bertahap dan bertingkat, kata Luhut, bukan tidak mungkin target pertumbuhan ekonomi 8 persen yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto bisa terwujud. Mantan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi tersebut pun meyakini jika MBG ditata dengan baik, bukan tidak mungkin dalam beberapa tahu Indonesia mampu mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen.

"Jadi saya kira over time mungkin dalam satu tahun, satu tahun setengah kalau kita tata dengan baik, ini untuk 6-7 persen mungkin 8 persen dalam beberapa tahun ke depan kita gak ada masalah," ujar Luhut.

2. Alasan munculnya optimisme Luhut

20251016_162147(1).jpg
Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan. (IDN Times/Trio Hamdani)

Luhut pun mengaku optimistis dengan perekonomian Indonesia tersebut. Hal itu dia sandarkan pada fakta bahwa bonus demografi Indonesia akan habis pada 2042 sehingga seluruh masyarakat diharapkan bisa kompak untuk membuat bonus demografi itu bermanfaat. Jika bonus demografi tersebut tidak bisa dimanfaatkan dengan baik, menurutnya, Indonesia akan terjebak menjadi negara middle income selamanya.

"Terlepas kita ada beda di sana sini, menurut saya kita harus perhatikan ini karena setelah 2042-43, ya kita ngurusin orang tua lebih banyak. Itu kita sudah kena di middle income trap. Gak akan bisa kita jadi high income country apalagi negara maju. Jadi sekarang kita harus kompak gitu. Saya pesan yang paling penting kita kompak dengan segala kekurangan kita ini," tutur dia.

3. MBG tetap perlu dapat kritik

Menu MBG di Cibadak Kabupaten Lebak
Menu MBG di Cibadak Kabupaten Lebak (Dok. IDN Times/Sandi)

Di sisi lain, Luhut melalui sudut pandang DEN menilai program MBG tetap perlu dapat kritik demi perubahan yang baik. Luhut pun mengapresiasi langkah Prabowo yang telah meminta BPKP untuk melakukan audit terhadap program MBG.

"Saya kira langkah sudah hebat itu dan kalau ada nanti masukan perubahan di sana-sini, dalam konteks dunia sekarang ini gak ada yang salah juga itu, tapi kita harus bersama dulu sepakat ya bahwa MBG itu baik. Bahwa eksekusinya masih ada bolong sana, bolong sini ya kita perbaikin rame-rame," tutur Luhut.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Related Articles

See More