ilustrasi (Unsplash.com/Vishnu Mohanan)
China sejauh ini memang telah mengembangkan beberapa perusahaan produsen chip sendiri. Tapi, mereka banyak membuat produk yang digunakan di mobil dan peralatan rumah tangga.
Untuk kebutuhan chip yang lebih canggih seperti mendukung smartphone, kecerdasan buatan dan aplikasi canggih lainnya, Beijing masih banyak mengimpor dari teknologi asing. China telah menggelontorkan miliaran dolar untuk mempercepat pengembangan chip yang lebih canggih.
Dikutip The Guardian, keputusan China akan memiliki dampak luas bagi produk Micron, mulai dari sektor telekomunikasi hingga transportasi dan keuangan. Ini jika didasarkan pada definisi luas infrastruktur informasi kritis China.
Direktur keuangan Micron, Mark Murphy, menjelaskan bahwa larangan itu diperkirakan akan memiliki dampak pendapatan menurun secara presentase terhadap perusahaan. Tahun lalu, Micron menghasilkan 5,2 miliar dolar atau Rp77,4 triliun dari China. Dari Hong Kong, mereka juga menghasilkan 1,7 miliar dolar atau Rp25,3 triliun.