Jakarta, IDN Times - Dewan Negara China pada Selasa (21/4/2026) merilis pedoman kebijakan baru untuk memperluas dan meningkatkan kualitas sektor jasa secara nasional. Pemerintah menetapkan target agar total nilai output sektor jasa melampaui 100 triliun yuan (Rp252,36 kuadriliun) pada 2030.
Kebijakan ini menandai langkah Beijing untuk menggeser fokus pertumbuhan ekonominya, dari yang sebelumnya didorong oleh investasi infrastruktur menjadi lebih berbasis pada konsumsi domestik dan inovasi teknologi. Rencana jangka panjang tersebut menggarisbawahi pertumbuhan sektor jasa akan digerakkan oleh permintaan pasar, reformasi kelembagaan, inovasi teknologi, dan keterbukaan terhadap pasar global.
Melalui penyelarasan mekanisme pasar dan kebijakan pemerintah, China berupaya mengatasi berbagai hambatan regulasi. Langkah strategis ini juga bertujuan menciptakan lapangan kerja berkualitas dan menjadikan konsumsi masyarakat sebagai mesin utama penggerak ekonomi di masa depan.
