Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Bukan China! Ini Pemilik Terbesar Utang AS yang Mencapai US$39 Triliun

Bukan China! Ini Pemilik Terbesar Utang AS yang Mencapai US$39 Triliun
ilustrasi dolar Amerika (freepik.com/pvproductions)
Intinya Sih
  • Dana pensiun dan reksa dana kini jadi pemegang terbesar utang AS, mencapai sekitar US$6,6 triliun atau 17% dari total utang nasional senilai US$39 triliun.
  • Federal Reserve memegang sekitar US$4,4 triliun surat utang pemerintah, lebih besar dibandingkan kepemilikan Jepang, Inggris, dan China yang selama ini dianggap kreditur utama.
  • China hanya memiliki sekitar US$700 miliar atau 2% dari total utang AS, menandakan dominasi investor domestik semakin kuat dalam pembiayaan pemerintah Amerika.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Banyak orang masih mengira China adalah pemilik terbesar utang Amerika Serikat. Anggapan ini muncul karena selama bertahun-tahun China memang dikenal sebagai salah satu pembeli besar obligasi pemerintah AS.

Namun, data terbaru dari Departemen Keuangan AS per 19 Maret 2026 justru menunjukkan fakta yang berbeda. Total utang nasional Amerika Serikat kini sudah menyentuh angka fantastis, sekitar 39 triliun dolar AS.

Menariknya, pemilik terbesar utang itu ternyata bukan China, lho, melainkan pihak lain yang jauh lebih dominan. Kalau kamu penasaran siapa sebenarnya yang paling banyak membiayai utang Amerika, jawabannya cukup mengejutkan.

1. Dana pensiun dan reksa dana jadi pemegang terbesar

Bukan China! Ini Pemilik Terbesar Utang AS yang Mencapai US$39 Triliun
ilustrasi rencana pensiun (freepik.com/rawpixel.com)

Dikutip dari Visual Capitalist, pemegang terbesar utang AS saat ini adalah mutual funds dan pension funds atau reksa dana serta dana pensiun. Nilainya mencapai sekitar 6,6 triliun dolar AS atau setara 17 persen dari total utang nasional Amerika. Jumlah ini jauh lebih besar dibanding kepemilikan China yang hanya sekitar 700 miliar dolar AS.

Hal ini terjadi karena obligasi pemerintah AS dianggap sebagai aset yang aman dan stabil. Dana pensiun membutuhkan instrumen investasi berisiko rendah agar dana para pensiunan tetap terjaga. Reksa dana juga banyak menempatkan dana pada surat utang negara karena likuiditasnya tinggi dan lebih aman saat kondisi ekonomi gak menentu.

2. Federal Reserve lebih besar dari Jepang, Inggris, dan China

ilustrasi gedung Federal Reserve New York
ilustrasi gedung Federal Reserve New York (commons.wikimedia.org/Ken Lund from Reno, Nevada, USA)

Banyak orang fokus pada negara asing seperti China, padahal Federal Reserve justru memegang sekitar 4,4 triliun dolar AS dalam bentuk Treasury. Jumlah ini bahkan lebih besar daripada gabungan kepemilikan Jepang, Inggris, dan China sebagai tiga kreditur asing terbesar. Ini menunjukkan betapa pentingnya peran bank sentral dalam menopang sistem keuangan Amerika.

Federal Reserve adalah bank sentral AS yang bertugas menjaga stabilitas ekonomi dan pasar keuangan. Saat ekonomi menghadapi tekanan, mereka sering membeli obligasi pemerintah untuk menjaga likuiditas pasar. Langkah ini membantu menekan gejolak suku bunga dan menjaga kepercayaan investor terhadap ekonomi Amerika.

3. China ternyata hanya berada di belakang

ilustrasi China
ilustrasi China (freepik.com/4045)

Meski sering disebut sebagai pemilik utama utang AS, posisi China saat ini sebenarnya jauh lebih kecil dibanding masa lalu. China hanya memegang sekitar 700 miliar dolar AS atau sekitar 2% dari total utang Amerika Serikat. Nilai ini bahkan masih di bawah Jepang yang memegang 1,2 triliun dolar AS dan Inggris sebesar 900 miliar dolar AS.

Perubahan ini menunjukkan bahwa ketergantungan Amerika terhadap China dalam pembiayaan utang sudah jauh berkurang. Investor domestik kini jauh lebih dominan dalam menopang kebutuhan pembiayaan pemerintah AS. Karena itu, narasi bahwa China mengendalikan utang Amerika sudah gak sekuat dulu.

4. Pemerintah AS juga berutang pada dirinya sendiri

ilustrasi warga Amerika Serikat
ilustrasi warga Amerika Serikat (unsplash.com/Leif Christoph Gottwald)

Sebanyak 7,6 triliun dolar AS dari total utang ternyata masuk dalam kategori intragovernmental debt. Artinya, pemerintah AS memiliki utang kepada lembaga pemerintahnya sendiri, seperti Social Security Trust Fund dan berbagai dana kepercayaan lainnya. Jumlah ini setara sekitar 19% dari total utang nasional.

Contohnya, dana jaminan sosial yang berasal dari pajak masyarakat sebagian dibelikan obligasi pemerintah. Pemerintah lalu menggunakan dana itu untuk kebutuhan anggaran dan wajib mengembalikannya di masa depan. Jadi, meskipun terlihat seperti utang internal, nilainya tetap sangat besar dan penting untuk diperhatikan.

5. Warren Buffett jadi pemegang individu terbesar

ilustrasi dolar Amerika
ilustrasi dolar Amerika (pexels.com/Karola G)

Di antara investor individu, nama Warren Buffett menjadi pemegang Treasury bills non-pemerintah terbesar melalui perusahaannya, Berkshire Hathaway. Nilainya mencapai sekitar 339 miliar dolar AS pada kuartal IV-2025. Angka ini menunjukkan kepercayaan besar terhadap surat utang pemerintah Amerika.

Warren Buffett dikenal sebagai investor legendaris dengan gaya investasi yang sangat hati-hati. Ketika ia menaruh dana besar pada obligasi pemerintah jangka pendek, banyak pelaku pasar melihat itu sebagai sinyal penting. Pilihan ini biasanya dianggap sebagai langkah aman saat kondisi ekonomi global masih penuh ketidakpastian.

6. Utang besar ini berdampak ke kehidupan masyarakat

ilustrasi Pike place market, Seattle, Amerika Serikat (pexels.com/Josh Hild)
ilustrasi Pike place market, Seattle, Amerika Serikat (pexels.com/Josh Hild)

Amerika Serikat termasuk salah satu negara dengan rasio utang terhadap PDB tertinggi di dunia. Bahkan utangnya bertambah sekitar 1 triliun dolar AS setiap tiga bulan. Pertumbuhan utang secepat ini tentu membawa dampak besar terhadap anggaran negara dan kehidupan masyarakat sehari-hari.

Saat utang naik, pemerintah harus mengalokasikan lebih banyak dana untuk membayar bunga. Akibatnya, anggaran untuk infrastruktur, pertahanan, pendidikan, dan program sosial bisa tertekan. Suku bunga pinjaman rumah, kartu kredit, dan kredit usaha juga bisa ikut naik sehingga beban masyarakat menjadi lebih berat.

Fakta terbaru menunjukkan bahwa China bukan lagi pemilik terbesar utang Amerika Serikat. Pemegang terbesar justru berasal dari dalam negeri sendiri, terutama dana pensiun, reksa dana, dan Federal Reserve. Kondisi ini membuktikan bahwa pembiayaan utang AS sangat bergantung pada investor domestik dan sistem internal pemerintahnya.

Meski begitu, angka utang yang terus membengkak tetap menjadi perhatian besar karena bisa memengaruhi ekonomi global. Buat kamu yang mengikuti isu ekonomi dunia, memahami siapa pemilik utang AS membantu melihat bagaimana kekuatan finansial global sebenarnya bekerja.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Related Articles

See More