Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Daftar 15 Negara dengan Beban Utang Tertinggi di Dunia
ilustrasi utang (freepik.com/rawpixel.com)
  • Laporan Global Debt Monitor IIF kuartal IV-2025 mencatat sejumlah negara besar memiliki total utang melebihi 300 persen dari PDB, menandakan akumulasi pinjaman lintas sektor yang sangat tinggi.
  • Hong Kong menempati posisi teratas dengan total utang 380 persen dari PDB, didorong oleh lonjakan utang korporasi di sektor properti yang menyumbang seperempat ekonomi negara tersebut.
  • Jepang menghadapi beban utama pada sektor publik dengan utang pemerintah hampir 200 persen dari PDB, sementara krisis global memaksa banyak negara maju terus menambah pinjaman untuk menopang ekonomi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Laporan terbaru Global Debt Monitor dari Institute of International Finance (IIF) kuartal IV-2025 mencatat sejumlah negara besar memiliki total utang yang melampaui 300 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) mereka.

Kondisi tersebut mengindikasikan akumulasi pinjaman dari sektor rumah tangga, perusahaan, hingga pemerintah di negara-negara tersebut telah setara dengan nilai output ekonomi selama lebih dari tiga tahun.

Data tersebut merangkum peringkat negara dengan mengacu pada rasio gabungan seluruh sektor utang terhadap PDB.

1. Hong Kong jadi negara dengan beban utang tertinggi di dunia

Ilustrasi bendera Hong Kong. (pixabay.com/MrPrevedmedved)

Hong Kong menempati posisi puncak dengan beban utang paling berat, mencapai 380 persen dari PDB. Meskipun utang pemerintah dan rumah tangganya masih dianggap stabil untuk standar ekonomi maju, lonjakan drastis terjadi pada sektor korporasi.

IIF mencatat utang korporasi di Hong Kong menyentuh angka 227 persen dari PDB. Tingginya angka ini dipicu oleh dominasi sektor properti yang sangat bergantung pada pembiayaan utang atau leverage.

Sektor properti dan aktivitas turunannya sendiri memegang peranan krusial karena menyumbang sekitar 25 persen dari total PDB Hong Kong.

2. Beban utang pemerintah Jepang hampir sentuh 200 persen

Bendera Jepang (unsplash.com/Alexander Grigoryev)

Berbeda dengan Hong Kong, titik berat masalah finansial Jepang terletak pada sektor publik. Utang pemerintah Jepang dilaporkan hampir mencapai 200 persen dari PDB, angka yang bahkan lebih besar dari total utang keseluruhan di beberapa negara lain.

Kondisi itu berakar dari masa stagnasi ekonomi "Lost Decades" pasca-runtuhnya gelembung harga aset pada 1991. Untuk menstimulus ekonomi yang lesu, pemerintah Jepang menerapkan kebijakan quantitative easing dengan membeli obligasi negara secara masif.

Saat ini, Bank of Japan menguasai sekitar separuh dari total utang nasional, sementara sisanya dipegang oleh lembaga keuangan domestik.

3. Krisis global paksa negara maju menambah pinjaman

ilustrasi utang (unsplash.com/rc.xyz NFT gallery)

Fenomena penumpukan utang tidak hanya terjadi di Asia. Laporan tersebut menyoroti bahwa banyak negara maju terpaksa menambah pinjaman besar akibat rentetan krisis dalam beberapa tahun terakhir.

Faktor pemicu utamanya meliputi pemberian stimulus besar-besaran saat pandemik COVID-19, serta peningkatan belanja industri dan pertahanan, khususnya di wilayah Eropa.

Hingga kini, banyak pemerintahan masih terjebak dalam defisit fiskal yang lebar, sementara sektor rumah tangga dan korporasi harus berhadapan dengan kenaikan biaya pinjaman di tengah ketidakpastian ekonomi global.

4. Daftar negara dengan beban utang tertinggi

ilustrasi utang (freepik.com/rawpixel.com)

Berikut adalah daftar peringkat utang negara dalam persentase terhadap PDB:

  1. ​Hong Kong: Total utang 380% (Rumah Tangga: 86%, Korporasi: 227%, Pemerintah: 67%)

  2. ​Jepang: Total utang 372% (Rumah Tangga: 60%, Korporasi: 113%, Pemerintah: 199%)

  3. ​Singapura: Total utang 347% (Rumah Tangga: 45%, Korporasi: 130%, Pemerintah: 172%)

  4. ​Prancis: Total utang 326% (Rumah Tangga: 59%, Korporasi: 156%, Pemerintah: 110%)

  5. ​Kanada: Total utang 315% (Rumah Tangga: 100%, Korporasi: 118%, Pemerintah: 97%)

  6. ​China: Total utang 298% (Rumah Tangga: 60%, Korporasi: 142%, Pemerintah: 97%)

  7. ​Amerika Serikat: Total utang 264% (Rumah Tangga: 68%, Korporasi: 73%, Pemerintah: 123%)

  8. ​Korea Selatan: Total utang 249% (Rumah Tangga: 89%, Korporasi: 111%, Pemerintah: 49%)

  9. ​Italia: Total utang 236% (Rumah Tangga: 36%, Korporasi: 59%, Pemerintah: 141%)

  10. ​Malaysia: Total utang 224% (Rumah Tangga: 70%, Korporasi: 88%, Pemerintah: 66%)

  11. ​Thailand: Total utang 223% (Rumah Tangga: 88%, Korporasi: 76%, Pemerintah: 60%)

  12. ​Bahrain: Total utang 223% (Rumah Tangga: 24%, Korporasi: 56%, Pemerintah: 143%)

  13. ​Britania Raya: Total utang 214% (Rumah Tangga: 74%, Korporasi: 59%, Pemerintah: 81%)

  14. ​Jerman: Total utang 200% (Rumah Tangga: 49%, Korporasi: 89%, Pemerintah: 63%)

  15. ​Israel: Total utang 184% (Rumah Tangga: 43%, Korporasi: 71%, Pemerintah: 70%)

Editorial Team