Jakarta, IDN Times - Danantara Indonesia membeberkan strategi dalam menghadapi peringatan Moody’s Ratings yang mengubah prospek utang pemerintah dari stabil menjadi negatif. Moody’s menyoroti berkurangnya prediktabilitas dalam perumusan kebijakan, yang berisiko melemahkan efektivitas kebijakan dan menunjukkan memburuknya tata kelola pemerintahan.
Menurut Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Patria Sjahrir, peringatan itu harus direspons dengan komunikasi dan arahan. Sementara, peringatan yang juga dihadapi pasar modal Indonesia dari rebalancing MSCI harus direspons dengan transparansi.
“MSCI banyak menyoroti soal transparansi di pasar modal. Sementara itu, yang pada dasarnya disampaikan Moody’s adalah soal komunikasi. Mereka ingin kejelasan, sebenarnya apa yang ingin kita lakukan? Sesederhana itu,” kata Pandu dalam diskusi China Conference: Southeast Asia (CCSEA) 2026 di Hotel St. Regis, Jakarta, Selasa (10/2/2026).
