Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Motor listrik GESITS (Dok.GESITS)
Motor listrik GESITS (Dok.GESITS)

Intinya sih...

  • Alasan Danantara divestasi GESITS karena bisnis non-core dan skala usaha terlalu kecil.

  • Demi perbesar skala BUMN dengan menyisakan 300 perusahaan BUMN yang signifikan di setiap sektornya.

  • Tak mau gerus ruang gerak swasta, Danantara akan menerapkan konsep Indonesia Incorporated yang melibatkan sektor swasta.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Danantara Indonesia sedang gencar melakukan transformasi BUMN dengan melepas bisnis-bisnis non-inti, untuk memberi ruang bagi sektor swasta.

Salah satu bisnis non-inti BUMN yang akan dilepas atau dilakukan divestasi adalah produksi sepeda motor listrik GESITS. Adapun GESITS merupakan merek sepeda motor listrik buatan PT Wika Industri Manufaktur (WIMA). Saat ini, WIMA merupakan bagian dari ekosistem Indonesia Battery Corporation (IBC), karena IBC menguasai 53,93 persen saham WIMA. Adapun PT Wijaya Karya Industri dan Konstruksi (WIKON) yang merupakan anak usaha PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) menguasai 46,04 persen saham WIMA, dan Koperasi Karyawan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (Kokar WIKA) menguasai 0,03 persen saham WIMA.

“GESITS ini salah satu yang juga akan kami lakukan divestasi,” kata Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria dalam CBNC Indonesia Economic Outlook 2026, di Jakarta, Selasa (10/2/2026).

1. Alasan Danantara divestasi GESITS

Salah satu motor listrik. (gesitsmotors.com)

Dony mengatakan, divestasi dilakukan terhadap entitas bisnis yang dinilai tidak sejalan dengan fokus utama perusahaan tersebut. Skala usaha yang terlalu kecil juga menjadi pertimbangan.

“Kalau itu bisnisnya non-core, kami divestasi, dan banyaknya kita divestasi,” tutur Dony.

2. Demi perbesar skala BUMN

Kantor pusat Kementerian BUMN. (IDN Times/VadhiaLidyana)

Penataan ulang fokus bisnis BUMN dan konsolidasi yang dilakukan bertujuan untuk menyisakan 300 perusahaan BUMN dengan kapasitas besar di setiap sektornya.

“Sehingga nanti kita harapkan dari 300 perusahaan yang dimiliki oleh BUMN ke depan, itu adalah perusahaan-perusahaan yang secara skala itu cukup signifikan untuk berkompetisi, memiliki kemampuan secara finansial dan juga memiliki kapabilitas secara orang,” ucap Dony.

3. Tak mau gerus ruang gerak swasta

Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria dalam CNBC Indonesia Economic Outlook 2026, Selasa (10/2/2026). (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Dalam kesempatan itu, Dony juga membeberkan rencana melepas bisnis agen perjalanan di bawah naungan PT Pertamina (Persero). Dony tak mau BUMN menggerus ruang gerak swasta. Dia memastikan Danantara akan menerapkan konsep Indonesia Incorporated, yang didalamnya turut melibatkan sektor swasta.

“Ini kita tidak lagi melakukan itu, karena memang arahan daripada Bapak Presiden, kita harus menjadi Indonesia Incorporated. Jadi hanya akan kita masuk di core saja,” tutur Dony.

Editorial Team