Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG-20260108-WA0012.jpg
Realisasi defisit per Desember 2025. (IDN Times/Triyan).

Intinya sih...

  • Capaian penerimaan dinilainya masih besar

  • Pertumbuhan ekonomi kuartal IV diyakini akan lebih baik dari kuartal sebelumnya

  • Realisasi belanja negara mencapai Rp3.451,4 triliun

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai realisasi defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 sebesar 2,92 persen dari produk domestik bruto (PDB) tidak mengganggu kepercayaan investor terhadap perekonomian nasional.

Menurutnya, realisasi defisit tersebut masih tergolong aman karena berada di bawah batas maksimal 3 persen PDB sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Keuangan Negara.

“Tentu gak ada masalah. Tahun kemarin sudah ditutup dan defisitnya masih aman, masih di bawah 3 persen,” ujar Airlangga saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (9/1/2025).

1. Capaian penerimaan dinilainya masih besar

Ilustrasi anggaran atau APBN. (IDN Times/Aditya Pratama)

Airlangga menilai kondisi defisit masih wajar seiring dengan capaian penerimaan negara yang relatif tinggi. Berdasarkan data APBN KiTa, realisasi penerimaan per Desember capai Rp2.756,3 triliun atau 91,7 persen dari target APBN 2025 sebesar Rp3.005,1 triliun.

“Kalau kita lihat, penerimaan negara sudah mendekati 91,7 persen. Jadi kondisi ini masih wajar. Yang paling penting adalah kita mengejar pertumbuhan ekonomi, karena pertumbuhan berkaitan langsung dengan penciptaan lapangan kerja. Itu yang terus kita dorong,” jelasnya.

2. Pertumbuhan ekonomi kuartal IV diyakini akan lebih baik dari kuartal sebelumnya

ilustrasi pertumbuhan ekonomi (unsplash.com/Mathieu Stern)

Di sisi lain, Airlangga optimistis pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV bakal menjadi yang tertinggi dibandingkan kuartal sebelumnya yang hanya di level 4,87 persen di kuartal I, kemudian 5,12 persen di kuartal II dan 5,04 persen di kuartal III.

“Kita lihat nanti, tetapi pertumbuhan di kuartal IV berpotensi menjadi yang tertinggi dibandingkan kuartal sebelumnya. Sehingga secara keseluruhan, target pertumbuhan ekonomi dalam APBN bisa mendekati sasaran,” kata Airlangga.

3, Realisasi belanja negara mencapai Rp3.451,4 triliun

ilustrasi APBN (IDN Times/Aditya Pratama)

Lebih rinci, realisasi sementara pendapatan negara tercatat sebesar Rp2.756,3 triliun atau 91,7 persen dari target APBN 2025 sebesar Rp3.005,1 triliun. Penerimaan perpajakan mencapai Rp2.217,9 triliun atau 89 persen dari target Rp2.490,9 triliun.

Rincian penerimaan perpajakan terdiri atas penerimaan pajak sebesar Rp1.917,6 triliun atau 87,6 persen dari target, serta penerimaan kepabeanan dan cukai sebesar Rp300,3 triliun atau 99,6 persen dari target.

Sementara itu, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) mencapai Rp534,1 triliun atau 104 persen dari target, sedangkan penerimaan hibah tercatat sebesar Rp4,3 triliun atau 733,3 persen dari target.

Dari sisi belanja, realisasi belanja negara mencapai Rp3.451,4 triliun atau 95,3 persen dari target APBN. Belanja pemerintah pusat tercatat sebesar Rp2.602,3 triliun atau 96,3 persen dari target, dengan belanja kementerian/lembaga terealisasi Rp1.500,4 triliun serta belanja nonkementerian/lembaga sebesar Rp1.102 triliun.

Adapun penyaluran transfer ke daerah (TKD) tercatat sebesar Rp849 triliun atau 92,3 persen dari target. Realisasi keseimbangan primer juga mencatat defisit Rp180,7 triliun, lebih lebar dibandingkan target awal sebesar Rp63,3 triliun. Sementara itu, pembiayaan anggaran tercatat mencapai Rp744 triliun, dengan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) sebesar Rp48,9 triliun.

Editorial Team