ilustrasi APBN (IDN Times/Aditya Pratama)
Lebih rinci, realisasi sementara pendapatan negara tercatat sebesar Rp2.756,3 triliun atau 91,7 persen dari target APBN 2025 sebesar Rp3.005,1 triliun. Penerimaan perpajakan mencapai Rp2.217,9 triliun atau 89 persen dari target Rp2.490,9 triliun.
Rincian penerimaan perpajakan terdiri atas penerimaan pajak sebesar Rp1.917,6 triliun atau 87,6 persen dari target, serta penerimaan kepabeanan dan cukai sebesar Rp300,3 triliun atau 99,6 persen dari target.
Sementara itu, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) mencapai Rp534,1 triliun atau 104 persen dari target, sedangkan penerimaan hibah tercatat sebesar Rp4,3 triliun atau 733,3 persen dari target.
Dari sisi belanja, realisasi belanja negara mencapai Rp3.451,4 triliun atau 95,3 persen dari target APBN. Belanja pemerintah pusat tercatat sebesar Rp2.602,3 triliun atau 96,3 persen dari target, dengan belanja kementerian/lembaga terealisasi Rp1.500,4 triliun serta belanja nonkementerian/lembaga sebesar Rp1.102 triliun.
Adapun penyaluran transfer ke daerah (TKD) tercatat sebesar Rp849 triliun atau 92,3 persen dari target. Realisasi keseimbangan primer juga mencatat defisit Rp180,7 triliun, lebih lebar dibandingkan target awal sebesar Rp63,3 triliun. Sementara itu, pembiayaan anggaran tercatat mencapai Rp744 triliun, dengan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) sebesar Rp48,9 triliun.