Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Deretan Negara dan Komoditas Penyumbang Surplus Neraca Dagang
Komoditas nonmigas penyumbang defisit dan surplus Januari 2026. (Dok/Istimewa).
  • Indonesia mencatat surplus neraca perdagangan sebesar 0,95 miliar dolar AS pada Januari 2026, menandai surplus selama 69 bulan berturut-turut meski nilainya menurun dibanding periode sebelumnya.
  • Amerika Serikat, India, dan Filipina menjadi penyumbang utama surplus nonmigas, sementara China, Australia, dan Prancis tercatat sebagai negara dengan defisit perdagangan terdalam bagi Indonesia.
  • Lemak dan minyak nabati, bahan bakar mineral, serta besi dan baja mendominasi komoditas penyumbang surplus; sedangkan mesin mekanis dan elektrik menjadi kontributor terbesar defisit Januari 2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2026 tetap surplus, meski nilainya menurun dibanding bulan sebelumnya. Surplus neraca perdagangan Januari tercatat 0,95 miliar dolar AS atau setara 950 juta dolar AS. Nilai ini lebih rendah dibandingkan Desember 2025 yang mencapai 2,51 miliar dolar AS, dan juga lebih kecil dibanding surplus Januari 2025 sebesar 3,49 miliar dolar AS.

“Neraca perdagangan Indonesia telah mencatatkan surplus selama 69 bulan berturut-turut sejak Mei 2020,” ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, dalam konferensi pers, Senin (2/3/2026).

1. Amerika Serikat sumbang surplus terbesar

Komoditas penyumbang surplus nonmigas terbesar di Januari. (Dok/Istimewa).

BPS mencatat sebagian besar surplus perdagangan berasal dari sektor nonmigas. Tiga negara penyumbang surplus terbesar pada Januari 2026 adalah Amerika Serikat, India, dan Filipina.

  • Amerika Serikat: surplus 1,81 miliar dolar AS. Komoditas utama penyumbang adalah mesin dan perlengkapan elektrik (HS 85) 0,41 miliar dolar AS, alas kaki (HS 64) 0,23 miliar dolar AS, dan pakaian serta aksesori rajutan (HS 61) 0,21 miliar dolar AS.

  • India: surplus 1,10 miliar dolar AS. Penyumbang utama yaitu bahan bakar mineral (HS 27) 0,44 miliar dolar AS, lemak dan minyak hewan/nabati (HS 15) 0,37 miliar dolar AS, serta besi dan baja (HS 72) 0,12 miliar dolar AS.

  • Filipina: surplus 0,69 miliar dolar AS, terutama dari kendaraan dan bagiannya (HS 87) 0,21 miliar dolar AS, bahan bakar mineral (HS 27) 0,19 miliar dolar AS, dan lemak serta minyak hewan/nabati (HS 15) 0,09 miliar dolar AS.

2. China masih sumbang defisit terdalam untuk neraca dagang RI

Negara penyumbang defisit terbesar (Dok/Istimewa).

Meski surplus tercatat, beberapa negara menjadi penyumbang defisit terdalam.

  • China: defisit 2,62 miliar dolar AS. Penyumbang terbesar adalah mesin dan perlengkapan elektrik (HS 85) 1,81 miliar dolar AS, mesin dan peralatan mekanis (HS 84) 1,70 miliar dolar AS, serta kendaraan dan bagiannya (HS 87) 0,43 miliar dolar AS.

  • Australia: defisit 0,84 miliar dolar AS, terutama dari logam mulia dan perhiasan/permata (HS 71) 0,51 miliar dolar AS, serealia (HS 10) 0,16 miliar dolar AS, dan bahan bakar mineral (HS 27) 0,07 miliar dolar AS.

  • Prancis: defisit 0,47 miliar dolar AS. Penyumbang utama adalah kendaraan udara dan bagiannya (HS 88) 0,42 miliar dolar AS, mesin dan peralatan mekanis (HS 84) 0,02 miliar dolar AS, serta minyak atsiri, wewangian, dan kosmetik (HS 33) 0,01 miliar dolar AS.

Dengan demikian, meski ada defisit dari beberapa negara, surplus neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2026 tetap terjaga, menunjukkan ketahanan ekspor nonmigas di tengah meningkatnya impor barang modal dan bahan baku dari luar negeri.

3. Deretan komoditas penyumbang surplus dan defisit di Januari 2026

ilustrasi ekspor dan impor (pexels.com/Aan Amrin)

Ateng merinci komoditas penyumbang surplus dan defisit neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2026. Surplus tetap tercatat, meski nilai beberapa komoditas menunjukkan tren yang berbeda.

Komoditas Penyumbang Surplus Terbesar Januari 2026

  • Lemak dan minyak hewan/nabati (HS 15): 3,10 miliar dolar AS

  • Bahan bakar mineral (HS 27): 2,16 miliar dolar AS

  • Besi dan baja (HS 72): 1,51 miliar dolar AS

  • Nikel dan barang daripadanya (HS 75): 1,03 miliar dolar AS

  • Alas kaki (HS 64): 0,49 miliar dolar AS

Komoditas Penyumbang Defisit Terbesar Januari 2026

  • Mesin dan peralatan mekanis (HS 84): 2,23 miliar dolar AS

  • Mesin dan perlengkapan elektrik (HS 85): 1,39 miliar dolar AS

  • Plastik dan barang dari plastik (HS 39): 0,73 miliar dolar AS

  • Instrumen kendaraan udara dan bagiannya (HS 88): 0,47 miliar dolar AS

  • Serealia (HS 10): 0,35 miliar dolar AS

Editorial Team