Jakarta, IDN Times - China berencana untuk meluncurkan upaya nasional untuk mendukung pembangunan keluarga melalui, subsidi dan layanan. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan angka kelahiran, mengatasi populasi yang menua, dan menangkal dampak penurunan populasi terhadap pertumbuhan ekonominya.
Upaya ini dilakukan karena populasi di negara itu telah menyusut selama tiga tahun berturut-turut hingga 2024. Sementara, angka kelahiran baru sebanyak 9,54 juta pada tahun lalu hanya setengah dari 18,8 juta yang tercatat pada 2016, ketika China mencabut kebijakan satu anak.
Berdasarkan cakupan nasional, subsidi akan didistribusikan ke seluruh negeri. Sasarannya adalah keluarga dengan anak yang lahir pada atau setelah 1 Januari 2025, dilansir The Straits Times pada Jumat (4/7/2025).