Jakarta, IDN Times - Industri tuna Indonesia memasuki fase baru transformasi. Dengan nilai ekspor yang melampaui 1 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau melebihi Rp16,67 triliun pada 2025, sektor itu tidak dinilai tak hanya bertumpu pada volume produksi, namun mulai bergerak menuju industri bernilai tambah.
Menurut Indonesia Tuna Consortium Lead, Thilma Komaling, industri bernilai tambah itu mengedepankan keberlanjutan, inovasi, dan pendekatan berbasis pasar. Dia menyoroti pendekatan berbasis nilai menjadi kebutuhan mendesak di tengah tekanan terhadap stok ikan.
"Saat ini, 40-50 persen bagian tuna belum dimanfaatkan secara maksimal, padahal memiliki potensi ekonomi tinggi," kata Thilma dalam Tuna Talks 2026 bertajuk 'From Ocean Science to (Pop) Culture: Reimagining Indonesia’s Tuna Future' yang diselenggarakan Tuna Consortium dalam rangka World Tuna Day, dikutip Kamis (6/5/2026).
