- China: 16,50 miliar dolar AS (naik dari 14,04 miliar dolar AS)
- India: 4,50 miliar dolar AS (naik dari 4,28 miliar dolar AS)
- Amerika Serikat: 7,29 miliar dolar AS (turun dari 7,30 miliar dolar AS)
- Uni Eropa: 4,28 miliar dolar AS (turun dari 4,53 miliar dolar AS)
- ASEAN: 12,92 miliar dolar AS (naik dari 12,78 miliar dolar AS)
- Negara lainnya: 18,11 miliar dolar AS (turun dari 20,05 miliar dolar AS)
Ekspor RI Sepanjang Kuartal I-2026 Tembus 66,85 Miliar Dolar AS

- Total ekspor Indonesia kuartal I 2026 mencapai 66,85 miliar dolar AS, naik tipis 0,34 persen berkat dorongan sektor nonmigas terutama industri pengolahan.
- China menjadi pasar ekspor nonmigas terbesar dengan nilai 16,50 miliar dolar AS, disusul India dan ASEAN yang juga mencatat kenaikan signifikan.
- Nilai ekspor Maret 2026 turun 3,10 persen secara tahunan akibat penurunan komoditas utama seperti minyak nabati, kakao, serta kopi dan rempah-rempah.
Jakarta, IDN Times – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sepanjang kuartal I 2026 atau periode Januari–Maret, total ekspor Indonesia mencapai 66,85 miliar dolar AS, naik tipis 0,34 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 66,62 miliar dolar AS. Kenaikan ini terutama ditopang oleh ekspor nonmigas, sementara ekspor migas justru menurun.
Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono menjelaskan, ekspor migas tercatat sebesar 3,25 miliar dolar AS, turun 10,58 persen secara year-on-year, sedangkan ekspor nonmigas tumbuh 0,98 persen menjadi 63,60 miliar dolar AS.
“Berdasarkan sektornya, peningkatan nilai ekspor nonmigas secara kumulatif terjadi pada sektor industri pengolahan. Sektor ini menjadi pendorong utama kenaikan ekspor nonmigas sepanjang Januari–Maret 2026, dengan andil terhadap pertumbuhan sebesar 3,15 persen,” kata Ateng, Senin (4/5/2026).
Produk unggulan yang mengalami peningkatan signifikan, antara lain nikel, kimia dasar organik berbasis pertanian, minyak kelapa sawit, kimia dasar organik lainnya, serta semikonduktor dan komponen elektronik.
1. China jadi pasar ekspor nonmigas terbesar RI

Dilihat dari negara tujuan, China menjadi pasar ekspor non-migas terbesar dengan nilai 16,50 miliar dolar AS, naik 17,49 persen dibandingkuartal I-2025.
“Selain China, ekspor ke India dan negara-negara ASEAN juga meningkat. Sementara ekspor ke Amerika Serikat dan Uni Eropa justru menurun,” ucap Ateng.
Berikut perkembangan ekspor non-migas menurut negara, periode Januari–Maret 2026 dibandingkan periode sama tahun lalu:
2. Nilai ekspor per Maret capai 25,53 miliar dolar AS

Ateng menjelaskan, nilai ekspor pada Maret 2026 mencapai 25,53 miliar dolar AS, turun 3,10 persen dibanding Maret 2025. Ekspor migas tercatat 1,28 miliar dolar AS, turun 11,84 persen, sedangkan ekspor non-migas turun 2,52 persen menjadi 21,25 miliar dolar AS.
“Penurunan nilai ekspor Maret 2026 secara tahunan terutama disebabkan oleh penurunan beberapa komoditas nonmigas. Lemak dan minyak hewan/nabati (HS15) turun 27,02 persen, memberikan andil sebesar 3,52 persen. Kakao dan olahannya (HS18) turun 50,89 persen dengan andil 0,75 persen, sedangkan kopi, teh, dan rempah-rempah (HS09) turun 54,69 persen, memberikan andil negatif 0,68 persen terhadap total ekspor,” tutur Ateng.
3. Ekspor nonmigas turun 2,52 persen per Maret 2026

Ekspor nonmigas Indonesia pada Maret 2026 menunjukkan penurunan dibanding periode sama tahun lalu. Total ekspor nonmigas tercatat sebesar 21,25 miliar dolar AS, dengan rincian kontribusi menurut sektor sebagai berikut:
- Sektor industri pengolahan: 17,92 miliar dolar AS
- Sektor pertambangan dan lainnya: 3 miliar dolar AS
- Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan: 0,32 miliar dolar AS
Meski industri pengolahan tetap menjadi penyumbang terbesar, penurunan ekspor nonmigas pada Maret terutama disebabkan oleh sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan, yang turun 44,14 persen secara tahunan. Andil sektor ini terhadap penurunan ekspor total tercatat sebesar 1,09 persen.
“Penurunan tahunan pada sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan terutama dipicu oleh melemahnya nilai ekspor beberapa komoditas unggulan, antara lain kopi, buah-buahan tahunan, tanaman obat, tanaman aromatik dan rempah-rempah, sarang burung, serta cengkeh,” kata sumber BPS.
Meskipun begitu, kontribusi sektor industri pengolahan yang besar tetap menjadi penopang utama kinerja ekspor non-migas Indonesia, terutama dalam menghadapi tekanan pasar global terhadap komoditas pertanian dan kehutanan.
![[QUIZ] Pilih Karakter Upin Ipin, Kamu Cocok Jadi Perintis atau Pewaris?](https://image.idntimes.com/post/20250509/untitled-design-8-a8d895374ad15b64e137e3070b058e48.jpg)

















