Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Elon Musk Banting Setir, Pilih Bangun Kota di Bulan Ketimbang di Mars!
potret Elon Musk (commons.wikimedia.org/Daniel Oberhaus)

Intinya sih...

  • Elon Musk memilih bangun kota di Bulan karena masalah waktu, bisa selesai dalam kurun waktu kurang dari 10 tahun.

  • Jarak Bumi dan Bulan lebih dekat, manusia bahkan bisa pergi ke Bulan setiap 10 hari sekali, sementara ke Mars hanya setiap 26 bulan sekali.

  • Musk tetap mau bangun kota di Planet Mars untuk menyelamatkan peradaban manusia, meski tidak dalam waktu dekat.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pendiri sekaligus CEO SpaceX, Elon Musk, dilaporkan bakal membangun sebuah kota di Bulan. Hal tersebut diumumkan langsung oleh Musk pada Minggu (8/2/2026) di laman X pribadinya.

Musk mengatakan, pembangunan kota di Bulan akan digarap sendiri oleh SpaceX. Proyek tersebut resmi mengakhiri fokus SpaceX untuk membangun kota di Planet Mars seperti yang sudah dicanangkan sejak lama.

Proyek pembangunan kota di Bulan ini dilakukan Musk untuk membantu rencana Presiden Donald Trump. Sebab, Trump berambisi untuk mengirim warga Amerika Serikat (AS) ke Bulan pada 2028 mendatang.

1. Elon Musk pilih bangun kota di Bulan karena masalah waktu

potret Bulan (unsplash.com/Mike Petrucci)

Dalam pernyataannya, Elon Musk menjelaskan alasan mengapa dirinya memilih membangun kota di Bulan daripada di Planet Mars. Ia mengatakan, keputusan tersebut diambil karena masalah waktu.

Menurut Musk, membangun kota di Bulan bisa selesai dalam kurun waktu kurang dari 10 tahun. Sementara itu, proses pembangunan kota di Mars bisa lebih panjang karena butuh waktu lebih dari 20 tahun.

"Bagi yang belum tahu, SpaceX telah mengalihkan fokusnya untuk membangun kota yang dapat tumbuh sendiri di Bulan. Sebab, kami berpotensi mencapainya dalam waktu kurang dari 10 tahun, sedangkan Mars akan memakan waktu lebih dari 20 tahun," tutur Musk, seperti dilansir CNA.

2. Jarak Bumi dan Bulan jauh lebih dekat

ilustrasi jarak bumi dan bulan (unsplash.com/NASA)

Menurut Elon Musk, hal tersebut disebabkan karena jarak antara Bumi dan Bulan lebih dekat ketimbang jarak dari Bumi ke Planet Mars. Musk menjelaskan, saking dekatnya, manusia bahkan bisa pergi ke Bulan setiap 10 hari sekali. 

Namun, lainnya halnya dengan Mars. Sebab, manusia hanya bisa pergi ke Mars setiap 26 bulan sekali. Oleh karena itu, proyek pembangunan kota di Bulan lebih realistis dilaksanakan saat ini ketimbang proyek pembangunan kota di Mars.

“Akses yang lebih mudah ke Bulan berarti kita dapat melakukan proses jauh lebih cepat untuk menyelesaikan pembangunan kota di Bulan daripada di Mars," ujar Musk dalam pernyataannya.

3. Elon Musk tetap mau bangun kota di Planet Mars

potret Planet Mars (pexels.com/RDNE Stock project)

Meski ingin fokus membangun kota di Bulan, Musk mengatakan, ia dan SpaceX tidak akan mengurungkan niat untuk membangun kota di Planet Mars. Sebab, hal tersebut merupakan salah satu ambisinya untuk menyelamatkan peradaban manusia jika tempat di bumi sudah penuh.

Namun, Musk menegaskan, pembangunan kota di Mars tidak akan dilakukan dalam waktu dekat ini. Meski begitu, ketika waktunya tiba, Musk berambisi untuk menyelesaikan pembangunan kota di Mars dalam kurun waktu 5 sampai 7 tahun.

"Kami juga akan berupaya membangun kota di Mars dan mulai melakukannya dalam waktu sekitar 5 hingga 7 tahun," ucap Musk.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team