Cuitan Orang Terkaya Dunia soal Uang Tak Bisa Beli Kebahagiaan Disorot

- Bill Ackman menanggapi pernyataan Musk
- Kekayaan Musk melonjak usai merger bisnis besar
- Rentetan rekor kekayaan Musk sepanjang setahun
Jakarta, IDN Times – Orang terkaya dunia, Elon Musk mengunggah sebuah pesan singkat di platform media sosial X pada Kamis (5/2/2026) yang segera menarik perhatian besar. Pemilik perusahaan teknologi itu menuliskan pandangannya mengenai hubungan antara uang dan kebahagiaan.
“Siapa pun yang mengatakan ‘uang tidak bisa membeli kebahagiaan’ benar-benar tahu apa yang mereka bicarakan,” tulisnya, lengkap dengan emoji sedih di akhirnya.
Dalam hitungan jam, unggahan tersebut telah ditonton lebih dari 30 juta kali dan memicu perbincangan hangat di berbagai ruang digital. Banyak pengguna internet ramai-ramai memberikan tanggapan beragam. Sebagian bertanya apakah Musk sedang merasa tak bahagia, sementara yang lain merespons dengan nada bercanda.
“Beri aku 1 miliar dolar AS dulu biar aku juga bisa konfirmasi sendiri,” balas nitizen.
1. Bill Ackman ikut menanggapi pernyataan Musk

Pendiri sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Pershing Square Capital Management, Bill Ackman, turut memberi respons atas unggahan tersebut. Ia membalas Musk dengan menekankan, kebahagiaan kerap muncul dari kemampuan membantu sesama. Ackman juga mengingatkan Musk telah berperan membantu kehidupan jutaan orang dan suatu hari berpotensi menyentuh miliaran manusia.
“Kamu hanya perlu menghargai apa yang telah kamu capai untuk begitu banyak orang,” tulisnya.
Ackman kemudian menambahkan pandangan pribadinya mengenai arti kebahagiaan. Ia menyebut, kebahagiaan juga dapat ditemukan melalui hubungan jangka panjang dengan seseorang yang dianggap istimewa.
“Sudah waktunya bagimu untuk menemukan orang itu untuk jangka panjang. Hanya pendapatku dua sen,” ujarnya.
2. Kekayaan Musk melonjak usai merger bisnis besar

Berdasarkan data real time billionaires Forbes, Musk saat ini tercatat sebagai orang terkaya di dunia dengan nilai kekayaan bersih mencapai 844,7 miliar dolar AS (sekitar Rp14.220 triliun). Dikutip dari NDTV, lonjakan itu terjadi setelah perusahaan antariksa SpaceX resmi melebur dengan perusahaan kecerdasan buatan xAI menjadi satu entitas baru. Dari proses tersebut, harta Musk bertambah 84 miliar dolar AS (sekitar Rp1.416 triliun) hanya dalam sehari, sementara valuasi gabungan kedua perusahaan menembus 1,25 triliun dolar AS (setara Rp21.075 triliun).
Dalam struktur perusahaan hasil penggabungan, Musk memegang 43 persen saham dengan nilai 542 miliar dolar AS (sekitar Rp9.138 triliun). Sebelum proses merger berlangsung, ia memiliki 42 persen saham SpaceX senilai 336 miliar dolar AS (Rp5.665 triliun) dan 49 persen saham xAI senilai 122 miliar dolar AS (sekitar Rp2.057 triliun).
Di luar kepemilikan tersebut, Musk tetap menggenggam 12 persen saham Tesla dengan nilai 178 miliar dolar AS (setara Rp3.001 triliun). Ia juga mempunyai opsi saham Tesla bernilai 124 miliar dolar AS (sekitar Rp2.091 triliun). Seluruh kepemilikan itu menggambarkan komposisi aset Musk setelah penyatuan perusahaan terakhir.
3. Rentetan rekor kekayaan Musk sepanjang setahun

Dilansir dari Times of India, penggabungan SpaceX dan xAI menjadi langkah merger besar kedua yang dilakukan Musk dalam waktu kurang dari satu tahun. Pada Maret 2025, xAI lebih dulu melebur dengan platform X yang sebelumnya bernama Twitter, dengan valuasi xAI mencapai 80 miliar dolar AS (sekitar Rp1.349 triliun) dan X senilai 33 miliar dolar AS (Rp556 triliun).
Dalam beberapa bulan terakhir, nilai kekayaan Musk terus mencatat kenaikan signifikan. Ia sempat menembus angka 500 miliar dolar AS (sekitar Rp8.430 triliun) setelah memutuskan mundur dari Department of Government Efficiency dan kembali berfokus pada Tesla. Selanjutnya, kekayaannya meningkat menjadi 600 miliar dolar AS (sekitar Rp10.116 triliun) seiring melonjaknya valuasi SpaceX menjadi 800 miliar dolar AS (setara Rp13.488 triliun).
Tidak lama kemudian, harta Musk kembali melewati batas 700 miliar dolar AS (sekitar Rp11.802 triliun) setelah Mahkamah Agung Delaware memulihkan opsi saham Tesla yang dimilikinya. Kenaikan terbaru terjadi ketika kekayaan bersihnya menembus lebih dari 800 miliar dolar AS (Rp13.488 triliun) dan akhirnya mencapai 852 miliar dolar AS (sekitar Rp14.364 triliun), terutama didorong oleh peleburan SpaceX dengan xAI. Bloomberg melaporkan SpaceX berencana melaksanakan penawaran umum perdana (IPO) pada akhir 2026.

















