Ekonom senior Faisal Basri. (IDN Times/Helmi Shemi)
Sebelumnya, Faisal Basri membeberkan simulasi kapan Kereta Cepat Jakarta-Bandung bisa balik modal, dengan asumsi kapasitas tiap rangkaian sebanyak 601 kursi.
Pertama dengan simulasi tingkat keterisian kursi mencapai 100 persen, beroperasi dari pukul 05.00 hingga 22.00 WIB, dengan total 36 perjalanan, dan tarif Rp300 ribu.
Kemudian, biaya investasi setelah mengalami pembengkakan atau cost overrun menjadi 8 miliar dolar AS, kurs Rp14.300 per dolar AS, dan tidak ada pembayaran bunga utang, tidak ada ongkos operasi, dan tidak ada pendapatan non-operasional.
"Nah, jadi nilai investasinya Rp114 triliun. Pendapatan dari penumpang setiap tahun Rp2,369 triliun. Nah, ini butuh waktu 48,3 tahun tanpa ongkos operasi, tanpa macem-macem ya, tanpa bayar bunga, tanpa-tanpa semua. Tapi kan ini asumsinya surga," kata dia dalam diskusi publik di Universitas Paramadina, Jakarta, Selasa (17/10/2023).
Faisal menjelaskan, apabila tempat duduk terisi 75 persen butuh 64 tahun untuk balik modal. Jika hanya 30 trip per hari membutuhkan 77 tahun. Jika tarifnya diturunkan karena tidak laku menjadi 92,7 tahun.
Kemudian, apabila kurs rupiah terhadap dolar AS menjadi Rp14.500, balik modal menjadi 94 tahun. Andai kurs dihitung berdasarkan posisi hari ini di level Rp15.700 per dolar AS maka butuh waktu 100 tahun.
"Ini yang saya katakan kan kiamat itu (baru balik modal), 139 tahun. Jadi nilai investasinya tetap Rp114 triliun gak naik lagi, seatnya kalau 50 persen terisi itu 139 tahun (baru balik modal)," tambahnya.