Jakarta, IDN Times - Penjabat Sementara Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Frederica Widyasari Dewi, menyoroti penurunan kepercayaan publik terhadap sektor keuangan sebagai salah satu tantangan utama yang perlu segera diatasi.
Hal tersebut disampaikannya saat memaparkan visi dalam uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test). Dalam kesempatan itu, dia mengusung tema "Menjaga Stabilitas, Memulihkan Kepercayaan Publik, dan Meningkatkan Kontribusi Sektor Jasa Keuangan dalam Pembangunan Ekonomi Nasional menuju Indonesia Emas 2045".
Perempuan yang akrab disapa Kiki itu mengatakan dinamika yang sempat terjadi di pasar modal Indonesia menjadi sinyal penting bagi regulator untuk memperkuat kredibilitas sektor keuangan.
"Menurunnya kepercayaan publik menjadi salah satu tantangan domestik yang harus kita antisipasi," ujarnya saat Fit and Proper Test di Komisi XI, Rabu (11/3/2026).
Di tengah berbagai tantangan tersebut, Frederica menilai kondisi sektor jasa keuangan Indonesia masih menunjukkan ketahanan yang cukup baik. Dia mencatat pertumbuhan kredit perbankan masih mencapai 9,63 persen. Dari sisi permodalan, rasio kecukupan modal (CAR) perbankan juga tetap kuat di level 25,89 persen.
Sementara itu, rasio kredit bermasalah (NPL) masih terjaga di level 2,05 persen, dengan likuiditas perbankan yang dinilai masih memadai.
Ketahanan juga terlihat pada sektor industri keuangan nonbank (IKNB). Hal ini tercermin dari rasio risk-based capital (RBC) industri asuransi yang masih berada di atas batas ketentuan regulator.
