Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Fokus pada AI, Alibaba Laporkan Kerugian Operasi Pertama Sejak 2021
Alibaba (unsplash.com/Ban Daisy)
  • Alibaba mencatatkan kerugian operasi pertama sejak 2021 sebesar 848 juta yuan akibat tingginya investasi pada pengembangan teknologi AI dan layanan pesan-antar cepat.
  • Unit Cloud Intelligence Group mencatat kenaikan pendapatan 38 persen, dengan produk berbasis AI menyumbang 30 persen dari total pendapatan eksternal divisi cloud Alibaba.
  • Perusahaan menargetkan pendapatan lebih dari Rp260 triliun dalam lima tahun melalui ekspansi bisnis cloud dan AI, serta peningkatan infrastruktur jaringan kecerdasan buatan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN TimesAlibaba Group Holding Ltd. mencatatkan kerugian operasi untuk pertama kalinya sejak masa pandemik COVID-19 pada 2021. Kondisi ini terjadi setelah perusahaan teknologi asal China tersebut mengalokasikan dana dalam jumlah besar untuk pengembangan akal imitasi (AI) yang diharapkan menjadi sumber pendapatan utama perusahaan pada masa depan.

Perusahaan melaporkan kerugian operasi sebesar 848 juta yuan (Rp2,2 triliun) pada kuartal yang berakhir pada Maret 2026. Meskipun pendapatan Alibaba secara umum tumbuh 3 persen dan laba bersih naik dua kali lipat berkat keuntungan dari investasi saham perusahaan, angka pertumbuhan tersebut masih berada di bawah perkiraan para pengamat keuangan.

1. Biaya investasi memengaruhi laba

Pada kuartal I-2026, Alibaba mencatatkan pendapatan sebesar 243,38 miliar yuan (Rp634,13 triliun). Jika tidak menghitung pendapatan dari bisnis ritel Sun Art dan Intime yang telah dijual, pertumbuhan pendapatan Alibaba sebenarnya mencapai 11 persen. Namun, pengeluaran untuk pengembangan teknologi dan layanan pesan-antar cepat telah memengaruhi tingkat keuntungan operasi perusahaan secara keseluruhan.

Laba sebelum bunga, pajak, dan amortisasi yang disesuaikan turun 84 persen dibandingkan tahun sebelumnya menjadi 5,1 miliar yuan (Rp13,28 triliun). Sejalan dengan itu, pendapatan bersih yang disesuaikan juga berkurang menjadi 86 juta yuan (Rp224,07 miliar).

2. Pendapatan bisnis cloud dan produk AI mengalami peningkatan

Di tengah adanya kerugian operasi, kelompok bisnis Cloud Intelligence Group justru menunjukkan hasil yang positif. Unit bisnis ini mencatatkan pendapatan sebesar 41,63 miliar yuan (Rp108,46 triliun), naik 38 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut, produk terkait AI telah menyumbang 30 persen dari total pendapatan eksternal divisi cloud Alibaba dengan nilai mencapai 8,97 miliar yuan (Rp23,37 triliun).

"Pendapatan Cloud Intelligence Group terus meningkat dengan cepat, di mana produk kecerdasan buatan mencapai pertumbuhan hingga tiga digit selama sebelas kuartal berturut-turut," kata Chief Financial Officer Alibaba Group, Toby Xu, dilansir ABC News.

Untuk mendukung pertumbuhan ini, Alibaba memperluas layanan Model Studio dan memperkenalkan model AI terbaru mereka, yaitu Qwen3.6-Plus. Anak perusahaan pembuat chip, T-Head, juga memperluas penggunaan chip AI Zhenwu untuk mendukung sistem kendaraan tanpa pengemudi.

3. Alibaba targetkan pendapatan Rp260,7 triliun dari gabungan bisnis

Terkait arah bisnis ke depan, perusahaan menyoroti penggabungan layanan belanja daring (e-commerce) ke dalam aplikasi Qwen agar lebih mudah digunakan oleh masyarakat umum, serta meluncurkan agen AI khusus untuk membantu operasional pelanggan dari kalangan perusahaan.

​"Teknologi AI Alibaba telah melewati masa percobaan awal dan kini siap untuk dipasarkan dalam skala yang lebih besar," kata Chief Executive Officer Alibaba Group, Eddie Wu.

​Pengeluaran modal perusahaan diperkirakan akan melebihi target awal yang dipatok sebesar 380 miliar yuan (Rp990,66 triliun). Dana ini difokuskan untuk pembangunan infrastruktur jaringan AI dan cloud dalam tiga tahun ke depan. Secara keseluruhan, Alibaba menargetkan pendapatan lebih dari 100 miliar dolar AS (Rp260,7 triliun) dari gabungan bisnis cloud dan AI dalam waktu lima tahun.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team