Jakarta, IDN Times – Alibaba Group Holding Ltd. mencatatkan kerugian operasi untuk pertama kalinya sejak masa pandemik COVID-19 pada 2021. Kondisi ini terjadi setelah perusahaan teknologi asal China tersebut mengalokasikan dana dalam jumlah besar untuk pengembangan akal imitasi (AI) yang diharapkan menjadi sumber pendapatan utama perusahaan pada masa depan.
Perusahaan melaporkan kerugian operasi sebesar 848 juta yuan (Rp2,2 triliun) pada kuartal yang berakhir pada Maret 2026. Meskipun pendapatan Alibaba secara umum tumbuh 3 persen dan laba bersih naik dua kali lipat berkat keuntungan dari investasi saham perusahaan, angka pertumbuhan tersebut masih berada di bawah perkiraan para pengamat keuangan.
