Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG-20260114-WA0007.jpg
PT Pertamina Patra Niaga memastikan kesiapan Fuel Terminal Tanjung Batu sebagai bagian dari penguatan rantai pasok energi nasional yang terintegrasi. (Dok/Istimewa).

Intinya sih...

  • Fuel Terminal Tanjung Batu siap beroperasi untuk memperkuat pasokan energi nasional.

  • RDMP Balikpapan terintegrasi dengan Fuel Terminal Tanjung Batu, memiliki kapasitas 125 ribu kiloliter.

  • Proyek strategis nasional untuk meningkatkan kemandirian energi dan mengurangi ketergantungan impor bahan bakar.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – PT Pertamina Patra Niaga memastikan kesiapan Fuel Terminal Tanjung Batu sebagai bagian dari penguatan rantai pasok energi nasional yang terintegrasi.

Fasilitas ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam menjaga keandalan dan keberlanjutan pasokan energi di Tanah Air, khususnya untuk wilayah Indonesia bagian Timur.

1. Fuel Terminal Tanjung Batu diharapkan bisa beri manfaat untuk sistem distribusi energi

PT Pertamina Patra Niaga memastikan kesiapan Fuel Terminal Tanjung Batu sebagai bagian dari penguatan rantai pasok energi nasional yang terintegrasi. (Dok/Istimewa).

Ia menjelaskan sebagai bagian dari tahap commissioning dan persiapan operasional, Pertamina Patra Niaga telah berhasil melakukan transfer perdana produk diesel dari Kilang RDMP Balikpapan ke Fuel Terminal Tanjung Batu. Keberhasilan ini menjadi penanda kesiapan terminal untuk segera beroperasi secara optimal.

Mars Ega menegaskan, seluruh aspek teknis, operasional, hingga keselamatan telah dipersiapkan secara menyeluruh.

"Dengan demikian, Fuel Terminal Tanjung Batu diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi sistem distribusi energi nasional," tegasnya dalam keterangan tertulis, Rabu (14/1/2025).

2. RDMP Balikpapan terintegrasi dengan Fuel Terminal Tanjung Batu memiliki kapasitas 125.000 kiloliter

Potret proyek RDMP di Balikpapan. (Dok. Pertamina)

Sementara itu, Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, menegaskan bahwa RDMP Balikpapan dirancang sebagai infrastruktur energi terintegrasi dari hulu hingga hilir. Proyek ini tidak hanya mencakup penguatan kilang, tetapi juga fasilitas distribusi, termasuk Terminal BBM Tanjung Batu.

“RDMP Balikpapan terintegrasi dengan Fuel Terminal Tanjung Batu yang memiliki kapasitas 125.000 kiloliter dan dapat melayani distribusi ke Indonesia bagian Timur. Ini menjadi salah satu tonggak sejarah dari ikhtiar panjang kita sebagai bangsa untuk meningkatkan kemandirian energi,” kata Simon.

3. Masuk dalam proyek strategis nasional

Proyek kilang alias Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan. (dok. Pertamina)

Menurut Simon, integrasi kilang, jaringan pipa, dan terminal bahan bakar merupakan langkah strategis Pertamina dalam memperkuat ketahanan energi nasional. Infrastruktur energi terintegrasi ini dinilai penting untuk menjamin pasokan energi yang stabil, sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar.

RDMP Balikpapan beserta seluruh fasilitas pendukungnya, termasuk Fuel Terminal Tanjung Batu, merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN). Keberadaan proyek ini menegaskan komitmen pemerintah dan Pertamina dalam menjadikan kemandirian energi sebagai fondasi utama bagi negara yang berdaulat.

Editorial Team