Sejarah Proyek RDMP Balikpapan yang Baru Diresmikan Prabowo

- RDMP Balikpapan dibangun sejak 2019
- Nilai investasi mencapai Rp123 triliun
- Bakal tingkatkan kapasitas produksi minyak hingga 360 ribu barel per hari
Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto baru saja meresmikan proyek Refinery Development Masterplan (RDMP) Balikpapan, di Kalimantan Timur (Kaltim).
Peresmian RDMP menorehkan sejarah baru bagi Indonesia, mengingat sudah 32 tahun tak ada revitalisasi kilang minyak di Indonesia. Berikut sejarah pembangunan RDMP Balikpapan.
1. Dibangun sejak 2019

Dikutip dari situs resmi Pertamina, Selasa (13/1/2026), RDMP Balikpapan berada di wilayah kerja PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB), anak usaha dari PT Kilang Pertamina Internasional (KPI).
RDMP Balikpapan mulai dibangun sejak 2019. Pengerjaan proyek mencakup sistem penerimaan minyak mentah, pengolahan, hingga penunjang keandalan rantai pasok energi secara menyeluruh.
2. Nilai investasi mencapai Rp123 triliun

Nilai investasi proyek pengembangan kilang terbesar di Indonesia itu mencapai Rp123 triliun. Proyek itu memodernisasi kilang eksisting, sehingga akan meningkatkan kapasitas pengolahan minyak, menghasilkan BBM berkualitas tinggi dan ramah lingkungan, mendorong hilirisasi industri petrokimia, serta memperkuat ketahanan energi nasional.
RDMP Balikpapan dirancang dan dilaksanakan dalam tiga lingkup utama proyek yang saling terhubung dan terintegrasi untuk memastikan kesiapan operasional kilang serta keberlanjutan pasokan energi nasional.
Lingkup pertama adalah early work, yang mencakup 16 paket pekerjaan pendahuluan. Tahap ini meliputi persiapan dan pematangan lahan, pembangunan infrastruktur dasar, penyediaan utilitas sementara, serta pembangunan fasilitas penunjang konstruksi. Early work menjadi fondasi penting untuk mendukung kelancaran dan keselamatan seluruh tahapan konstruksi utama RDMP Balikpapan.
Pada lingkup kedua, Pertamina melaksanakan pengembangan dan pembangunan fasilitas utama kilang yang mencakup 39 unit, terdiri dari 21 unit proses baru serta 13 unit fasilitas utilitas pendukung. Tidak hanya membangun unit baru, proyek ini juga melakukan revitalisasi empat unit fasilitas utama pengolahan, antara lain unit distilasi minyak mentah, unit pengolahan residu, unit hydrocracking dan hydrotreating, serta pemulihan LPG.
Pembangunan dan revitalisasi unit-unit ini bertujuan untuk meningkatkan fleksibilitas dan keandalan pengolahan minyak mentah, sekaligus mendukung peningkatan kualitas produk BBM sesuai standar yang lebih tinggi.
Lingkup ketiga merupakan penguatan infrastruktur penerimaan dan penyaluran minyak mentah, yang mencakup pembangunan dua tangki penyimpanan minyak mentah berkapasitas masing-masing satu juta barel.
Pada tahap ini, Pertamina juga membangun jaringan pipa transfer line onshore dan offshore berdiameter 20 inci, unloading line onshore dan offshore berdiameter 52 inci, serta fasilitas Single Point Mooring (SPM) dengan kapasitas sandar kapal hingga 320.000 DWT.
Infrastruktur tersebut dirancang untuk meningkatkan efisiensi, keamanan, dan keandalan penerimaan minyak mentah dari kapal tanker berkapasitas besar.
3. Bakal tingkatkan kapasitas produksi minyak hingga 360 ribu barel per hari

Setelah beroperasi, RDMP Balikpapan akan meningkatkan kapasitas produksi KPB menjadi 360 ribu barel per hari. RDMP Balikpapan juga akan menghasilkan bahan bakar minyak (BBM) dengan standar internasional setara Euro V.
Teknologi itu memungkinkan BBM yang dihasilkan lebih ramah lingkungan. Di sisi lain, setelah RDMP Balikpapan beroperasi, pemerintah menargetkan untuk menghentikan impor solar mulai kuartal II-2026.



















