Jakarta, IDN Times - Ekonom Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Hendry Cahyono, mengapresiasi langkah diplomasi energi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, dalam menjalin kerja sama Indonesia dan Jepang di sektor energi dan mineral kritis. Ia menilai, langkah tersebut strategis untuk mendorong transisi energi hijau sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Kerja sama itu mencakup pengembangan energi nuklir, ekspor LNG, hingga pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa). Hendry menilai kesepakatan tersebut menjadi sinyal positif Indonesia semakin serius mengembangkan energi bersih berbasis teknologi maju.
“Dari sisi teknis dan ekonomi, Indonesia sebenarnya telah merencanakan pengembangan PLTN sejak era 1960-an. Kesepakatan ini menunjukkan kemajuan, meskipun jalan menuju realisasinya masih panjang,” kata Hendry, Rabu (18/3/2026).
Kesepakatan tersebut dituangkan dalam Memorandum of Cooperation (MoC) yang ditandatangani Bahlil bersama Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang, Ryosei Akazawa.
