Jakarta, IDN Times - Ekonom menilai pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang kembali melontarkan ancaman terhadap Greenland berpotensi memperlebar ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Eropa.
Isu tersebut dinilai mempertegas sikap agresif AS, baik dari sisi geopolitik maupun kebijakan ekonomi. Termasuk rencana penerapan tarif impor tinggi terhadap negara-negara Eropa.
Jika tarif impor AS ke Eropa benar-benar diterapkan di kisaran 10 persen hingga 25 persen, dampaknya diperkirakan tidak hanya dirasakan Eropa. Meski tidak menjadi target langsung, Indonesia tetap berpotensi terkena imbas tidak langsung melalui jalur keuangan dan perdagangan global.
"Kalau tarif tinggi AS ke sejumlah negara Eropa benar-benar diterapkan, dampaknya ke Indonesia itu bersifat ganda. Secara langsung kita tidak menjadi target, tapi secara tidak langsung tetap terkena imbas. Dalam situasi konflik dagang antar ekonomi besar, pasar global biasanya masuk mode hati-hati," kata Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet saat dihubungi IDN Times, Kamis (22/1/2026).
"Investor cenderung mencari aset aman di dolar AS sehingga Rupiah berisiko tertekan. Pada saat yang sama, perlambatan di Eropa bisa menurunkan permintaan mereka terhadap komoditas dan produk manufaktur Indonesia," lanjut dia.
