Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Geopolitik Venezuela Bikin Rupiah Tertekan Awal Pekan
ilustrasi rupiah melemah (IDN TImes/Aditya Pratama)

Intinya sih...

  • Isu Venezuela tekan minat aset berisikoPengamat pasar uang Lukman Leong menyampaikan penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro telah memicu kekhawatiran geopolitik yang membuat investor cenderung menghindari aset berisiko.

  • Proyeksi pergerakan rupiah awal pekanLukman memperkirakan tekanan terhadap rupiah masih berpotensi berlanjut. Untuk perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp16.650 hingga Rp16.800 per dolar AS.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan awal pekan, Senin (5/1/2026). Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka di level Rp16.724 per dolar AS.

Hingga pukul 09.17 WIB, rupiah terpantau bergerak melemah ke posisi Rp16.733 per dolar AS atau sekitar 8 poin (0,05) persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp16.725 per dolar AS.

1. Isu Venezuela tekan minat aset berisiko

Pengamat pasar uang Lukman Leong menyampaikan penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro telah memicu kekhawatiran geopolitik yang membuat investor cenderung menghindari aset berisiko.

Kondisi tersebut berdampak pada mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, karena pelaku pasar memilih mengalihkan dananya ke aset yang dianggap lebih aman, seperti dolar AS.

"Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS setelah penangkapan Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, memicu kekhawatiran geopolitik yang menekan minat investor terhadap aset berisiko, termasuk mata uang negara berkembang," katanya.

2. Proyeksi pergerakan rupiah awal pekan

Lukman memperkirakan tekanan terhadap rupiah masih berpotensi berlanjut. Untuk perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp16.650 hingga Rp16.800 per dolar AS, seiring pasar mencermati perkembangan geopolitik global.

Sementara itu, dalam 52 minggu terakhir, nilai tukar dolar AS terhadap rupiah berada di kisaran Rp16.079 hingga Rp17.224 per dolar AS. Secara year to date (ytd) atau sejak awal tahun, dolar AS masih mencatat penguatan sekitar 0,26 persen terhadap rupiah.

3. Trump sebut AS akan “mengelola” Venezuela sementara

Sentimen pasar turut dipengaruhi pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait Venezuela. Trump mengatakan, AS akan “mengelola” Venezuela untuk sementara waktu hingga negara tersebut dapat menjalani transisi kekuasaan yang aman.

Dalam pidatonya, Trump menyebut langkah tersebut diambil agar Venezuela tidak kembali jatuh ke situasi politik yang sama seperti sebelumnya. Dia menegaskan AS menginginkan perdamaian, kebebasan, dan keadilan bagi rakyat Venezuela.

“Jadi kami akan menjalankan negara ini sampai saatnya kami dapat melakukan transisi yang aman, tepat, dan bijaksana, dan itu harus bijaksana karena itulah tujuan kami,” ujar Trump dalam pidatonya, dikutip dari BBC, Sabtu (3/1/2026).

Editorial Team