Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Rupiah Tertekan Awal 2026, Imbas Isu The Fed dan Geopolitik

ilustrasi rupiah melemah (IDN TImes/Aditya Pratama)
ilustrasi rupiah melemah (IDN TImes/Aditya Pratama)
Intinya sih...
  • Sikap The Fed terbelah soal suku bunga, mempengaruhi pelemahan rupiah
  • Ketegangan geopolitik Rusia-Ukraina menekan pergerakan rupiah
  • Rupiah diproyeksi melemah awal pekan depan, fluktuatif di kisaran Rp16.720 hingga Rp16.750 per dolar AS
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan awal tahun, Jumat (2/1/2026). Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup di level Rp16.725 per dolar AS.

Posisi tersebut melemah 38 poin atau sekitar 0,23 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp16.687 per dolar AS. Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah dibuka di level Rp16.696 per dolar AS dan bergerak dalam rentang Rp16.691 hingga Rp16.732 per dolar AS.

1. Sikap The Fed soal suku bunga masih terbelah

Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menyampaikan pelemahan rupiah tak lepas dari sentimen global, terutama sikap bank sentral Amerika Serikat atau The Federal Reserve (The Fed). Dia menjelaskan, risalah Rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) Desember yang dirilis Selasa (30/12/2025), menunjukkan perbedaan pandangan di internal The Fed.

Menurutnya, sebagian pejabat menilai langkah terbaik saat ini adalah menahan suku bunga, setelah bank sentral AS tersebut memangkas suku bunga sebanyak tiga kali sepanjang tahun lalu.

"Namun, beberapa pembuat kebijakan menilai bahwa kemungkinan akan tepat untuk mempertahankan penurunan suku bunga lebih lanjut jika inflasi menurun dari waktu ke waktu," kata Ibrahim.

2. Ketegangan Rusia-Ukraina kembali menekan sentimen pasar

Ibrahim menilai ketegangan geopolitik turut membebani pergerakan rupiah. Rusia dan Ukraina saling menuding telah melakukan serangan terhadap warga sipil pada Hari Tahun Baru.

"Meskipun ada pembicaraan intensif yang dipimpin oleh Presiden AS Donald Trump yang bertujuan untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung hampir empat tahun " ujarnya.

Dia menuturkan, Kyiv belakangan meningkatkan serangan terhadap infrastruktur energi Rusia dengan tujuan melemahkan sumber pendanaan Moskow. Itu menambah ketidakpastian global.

3. Rupiah diproyeksi melemah awal pekan depan

Pada perdagangan sore ini, mata uang Garuda tercatat sempat melemah hingga 45 poin sebelum akhirnya ditutup melemah 38 poin di level Rp16.725 per dolar AS.

Untuk perdagangan Senin (5/1/2025), Ibrahim memperkirakan pergerakan rupiah masih fluktuatif dengan kecenderungan melemah di kisaran Rp16.720 hingga Rp16.750 per dolar AS.

Sebagai catatan, dalam 52 minggu terakhir dolar AS bergerak di rentang Rp16.079 hingga Rp17.224 per dolar AS. Sementara itu, sejak awal tahun berjalan atau secara year to date (YTD), penguatan dolar AS terhadap rupiah tercatat sekitar 0,27 persen.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dheri Agriesta
EditorDheri Agriesta
Follow Us

Latest in Business

See More

Anti Bokek! Cara Menabung ala Orang Jepang dengan Kakeibo

03 Jan 2026, 05:05 WIBBusiness