Jakarta, IDN Times - Satu bulan pasca-pecahnya konflik antara Amerika Serikat-Israel, dan Iran, ekonomi dunia mulai merasakan dampak serius. Gangguan rantai pasok dan lonjakan harga minyak serta gas memicu guncangan energi global yang masif.
Mengutip Algo Research bertajuk Energy Shock Hits Indonesia Harder Than What Policymakers Are Saying, tercatat ada 40 fasilitas energi di Timur Tengah yang rusak akibat konflik. Kondisi tersebut menyebabkan produksi minyak terhenti hingga 2,5 juta barel per hari, yang diprediksi butuh waktu bertahun-tahun untuk pulih.
Asia menjadi wilayah terdampak paling parah karena 80 persen minyak mentah dari Selat Hormuz dialokasikan untuk China, India, Jepang, Thailand, Singapura, dan Korea Selatan.
Secara keseluruhan, 20 persen produksi minyak dan gas global terganggu, termasuk komoditas penting seperti LNG, pupuk, hingga aluminium. Bagaimana dampaknya ke Indonesia?
