Jakarta, IDN Times - Indonesia National Air Carriers Association (INACA) atau asosiasi maskapai penerbangan nasional meminta pemerintah khususnya Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) untuk kembali mengeluarkan kebijakan anyar terkait industri penerbangan sesuai dengan kondisi terkini.
INACA menilai ada beberapa perkembangan yang terjadi saat ini mulai dari kenaikan harga avtur hingga nilai tukar (kurs) rupiah atas dolar AS yang terus melemah.
“Harga avtur per tanggal 1 Mei 2026 dari Pertamina kembali naik, seperti misalnya di Bandara Soekarno-Hatta pada periode 1-31 Mei 2026 sebesar Rp27.358 per liter, naik 16 persen dari periode tanggal 1-30 April 2026 yang sebesar Rp23.551 per liter. Lalu kurs dolar AS per tanggal 4 Mei 2026 adalah Rp17.425 atau naik 2,5 persen dibanding tanggal 1 April 2025 yang sebesar Rp17.017,” tutur Ketua Umum INACA, Denon Prawiraatmadja, Selasa (5/5/2026).
Selain itu, sambung Denon, masih belum meredanya konflik geopolitik di Timur Tengah yang mempengaruhi industri penerbangan secara global dan nasional.
